Breaking News:

Organ Tunggal Dibubarkan di Tanggamus

BREAKING NEWS Kapolres-Dandim Tanggamus Lampung Bubarkan Paksa Acara Hiburan Organ Tunggal

Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya dan Dandim 0424 Tanggamus Letkol Inf Arman Aris Sallo pimpin pembubaran hiburan organ tunggal.

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi
Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya (paling kiri) pimpin pembubaran hiburan organ tunggal di Pekon Karang Agung, Kecamatan Semaka. BREAKING NEWS Kapolres-Dandim Tanggamus Lampung Bubarkan Paksa Acara Hiburan Organ Tunggal 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID , TANGGAMUS - Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya dan Dandim 0424 Tanggamus Letkol Inf Arman Aris Sallo pimpin pembubaran hiburan organ tunggal di Pekon Karang Agung, Kecamatan Semaka, Sabtu (15/5/2021) pukul 1.30 WIB.

Menurut Oni, pembubaran terpaksa dilakukan karena sudah dilakukan upaya persuasif.

Acara diminta dibubarkan sebab kegiatan itu sudah tidak sesuai dan bertentangan dengan Keputusan Bupati Tanggamus terkait penanganan penyebaran dan Covid-19. 

Sebelum pembubaran, Satgas Covid-19 yang terdiri dari Uspika dan instansi terkait telah melaksanakan koordinasi dengan kepala pekon, ketua adat dan ketua pelaksana kegiatan. Permintaannya agar kegiatan dihentikan. 

Hal yang dilanggar dalam acara tersebut adalah timbulnya kerumunan, dan melewati batas karena sampai pukul 1.00 WIB acara belum bubar. 

Lantaran upaya persuasif oleh Satgas Covid-19 Kecamatan Semaka tidak membuahkan hasil, akhirnya dilakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Tanggamus guna mengambil langkah keputusan.

Baca juga: Tak Kantongi Izin, Hiburan Organ Tunggal yang Menghadirkan Seorang DJ di Mesuji Dibubarkan Aparat

Kemudian Kapolres dan Dandim kembali meminta agar acara dibubarkan.

Permintaan langsung dari jajaran Forkompimda itu guna menghindari terjadinya gesekan dan hal-hal yang tidak diinginkan. 

"Karena masih tidak membuahkan hasil, akhirnya pada pukul 01.30 WIB, diambil langkah tegas dengan memerintahkan personel Polri dan TNI yang berada di lokasi agar melakukan upaya paksa pembubaran," ujar Oni. 

Jumlah massa yang berkumpul di lokasi itu diperkirakan 800 orang.

Baca juga: 3 Kasus Baru Covid-19 Tanggamus, 2 Diisolasi di Rumah Sakit

Dan aparat gabungan Polri dan TNI yang dikerahkan sekitar 70 personel. 

"Langkah upaya paksa pembubaran berjalan kondusif, sekitar pukul 02.30 WIB massa membubarkan diri," tambah Oni.

( Tribunlampung.co.id / tri yulianto )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved