Liga 1

Jelang Liga 1 Indonesia, Dragan Djukanovic 'Mengapa Harus di Jawa'

jelang Liga 1 Indonesia, sejumlah regulasi berubah, Pelatih PSIS Semarang Dragan Djukanovic pun mempertanyakannya.

Tayang:
Penulis: hanif mustafa | Editor: Hanif Mustafa
twitter
ilsutrasi. Hasil Akhir Persib Bandung vs PSIS Semarang Skor 2-1. jelang Liga 1 Indonesia, Pelatih PSIS Semarang Dragan Djukanovic pun mempertanyakan sejumlah regulasi yang berubah. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - jelang Liga 1 Indonesia, terdapat sejumlah regulasi yang berubah, Pelatih PSIS Semarang Dragan Djukanovic pun mempertanyakan perubahan regulasi tersebut.

Di antaranya regulasi yang memusatkan pertandingan di Pulau Jawa.

Rencana kompetisi Liga 1 Indonesia 2021 sendiri akan bergulir Juli mendatang mulai ramai jadi perbincangan.

Sebabnya, ada beberapa wacana perubahan regulasi yang akan diubah pada kompetisi kasta tertinggi sepakbola nasional tersebut.

Selain perdebatan soal regulasi kompetisi tanpa degradasi, satu hal lain yang akan berbeda dari kompetisi sebelumnya yaitu seluruh pertandingan akan dipusatkan di Pulau Jawa.

Baca juga: JELANG Liga 1 2021, PSM Makassar Butuh Pemain Haus Gol

Selama full kompetisi, Liga 1 Indonesia diwacanakan bakal berpusat di Pulau Jawa.

Wacana tersebut dimaksudkan untuk membantu keuangan klub peserta serta untuk mencegah penyebaran covid-19.

Suasana pembukaan kompetisi Liga 1 2020 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (29/2/2020).
Suasana pembukaan kompetisi Liga 1 2020 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (29/2/2020). (Twitter Liga 1 Match)

Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic mengaku heran akan keputusan tersebut.

"Saya mempertanyakan mengapa harus dipusatkan di Pulau Jawa saja.

Kita harus bertanding secara normal. Bermain di kandang dan bermain tandang," katanya.

Baca juga: Jelang Liga 1 Tanpa Degradasi, Terjadi Selisih Pendapat Persik Kediri dan Suporter PSIS Semarang

Menurut Dragan, jika benar keputusan hanya bermain di Pulau Jawa merupakan kebijakan yang konyol.

"Jadinya kompetisi seperti turnamen. Ini bukan lagi kompetisi liga," kata Dragan.

Terkait kejelasan kompetisi, kabarnya akan dibahas dan ditentukan pada kongres tahunan PSSI yang akan bergulir pada tanggal 29 Mei mendatang.

Sementara, menjelang kompetisi Liga 1 Indonesia 2021 perbedaan pendapat PSIS Semarang dan Persik Kediri sudah mulai terlihat.

Berbicara mengenai degradasi nampak ada selisih pendapat dari Persik Kediri dan suporter PSIS Semarang.

Keduanya punya pandangan yang berbeda soal rencana penghapusan degradasi.

Persik Kediri melalui pelatih mereka, Joko Susilo menyebut bahwa penghapusan degradasi merupakan hal yang bisa diterima di tengah kondisi seperti ini.

Ketika pada tahun lalu kompetisi coba tetap dijalankan di tengah wabah Covid-19, Indonesia justru meniadakan kompetisi.

Hal itu yang menjadi acuan Joko untuk menilai bahwa penghapusan degradasi saat ini adalah wajar.

Di sisi lain Kelompok suporter PSIS Semarang, Panser Biru menegaskan menolak keras wacana kompetisi sepakbola nasional Liga 1 dan Liga 2 berjalan tanpa sistem degradasi.

Hal tersebut ditegaskan ketua umum DPP Panser Biru, Galih Eko Putranto sebagaimana dikutip dari Tribunjateng.com. 

Pria yang akrab disapa Galih Ndog tersebut, menyatakan Liga 1 mestinya berjalan dengan normal sesuai kompetisi liga pada umumnya, "yakni tetap adanya sistem degradasi," Ucapnya

Galih Ndog mengatakan idealnya sebiah kompetisi harus menjaga aroma sportivitas dengan menghadirkan tontonan sepakbola yang berbobot untuk masyarakat dan menjaga kualitas kompetisi tersebut.

"Aroma kompetisi akan hidup dengan ada tim yang bekerja keras untuk mengejar juara serta promosi ke kasta tertinggi”.

“Dan ada tim yang berusaha mati matian berjuang agar terhindar dari ancaman degradasi," kata Galih, Rabu (12/5/2021) dikutip dari Tribunjateng.com.

Wacana kompetisi tanpa sistem degradasi awalnya merupakan aturan yang nyaris diterapkan pada lanjutan kompetisi Liga 1 musim lalu, namun saat itu kompetisi batal dilanjutkan.

Ide ini kembali muncul dalam pembahasan di rapat eksekutif komite (Exco) PSSI belum lama ini.

Alasan utama adanya usulan tersebut karena saat ini kondisi finansial klub peserta belum stabil karena dampak pandemi covid-19.

"Kami pun memahami situasi ekonomi yang sedang tidak stabil oleh karenanya banyak tim yang mungkin terkena efek dari pandemi yang sampai saat ini belum usai," kata Galih.

"Besar harapan kami PSSI sebagai federasi tertinggi sepak bola Indonesia bisa lebih bijaksana dan mencari solusi terbaik untuk terlaksananya Liga 1 Indonesia yang akan berlangsung di bulan juli nanti bisa berjalan normal seperti biasa dan tetap menjaga protokol kesehatan," ucapnya.

Harapan tersebut juga ditujukan kepada manajemen PSIS Semarang agar ikut menolak wacana kompetisi tanpa degradasi.

Persiapan Persik Kediri

Persiapan Jelang Liga 1 Indonesia 2021 yang rencananya akan dilangsungkan pada Juli 2021, Persik Kediri akan seleksi pemain asing yang belum pernah bermain di Indonesia.

Joko Susilo pelatih Persik Kediri memastikan pemain asing yang datang ke Persik adalah yang baru dan belum pernah bermain di Indonesia.

Joko beralasan tidak mungkin dapat merekrut pemain asing yang sudah bermain di Indonesia karena hampir sebagian dari mereka sudah dikontrak oleh tim lain.

Pelatih Persik itu cenderung lebih memilih menggunakan jasa pemain asing yang belum pernah bermain di Indonesia karna baginya pemain asing baru dampaknya lebih menguntungkan.

Menurut Joko keuntungannya adalah kekuatan tim tidak mudah ditebak oleh lawan-lawan mereka di kompetisi Liga 1 2021 mendatang.

Namun Joko juga memastikan nantinya pemain asing yang direkrut adalah pemain asing yang berkualitas.

“Kita tidak membeli kucing dalam karung, kalau iya kita ambil dan kalau enggak sesuai ya enggak kita ambil,” kata joko dikutip dari Surya.co.id

Di samping itu Joko Susilo berharap usai libur lebaran Persik Kediri kembali menggelar latihan dan para pemain asing buruannya tersebut sudah bergabung.

Namun hingga saat ini Persik Kediri belum mendapat pemain asing yang akan membela skuad timnya di Liga 1 Indonesia mendatang.

Joko Susilo, terus melakukan perburuan pemain asing guna melengkapi skuad mereka.

Dia membutuhkan tiga hingga empat pemain asing untuk menghadapi kompetisi Liga 1 2021.

“Iya kita butuh di striker, gelandang serang, dan playmaker. Kita maksimalkan tiga pemain asing bebas dan satu Asia,” kata Joko Susilo, seperti dikutip laman Liga Indonesia Baru.

Kebutuhan Persik akan pemain asing hampir sama dengan komposisi pemain asing mereka pada Liga 1 2020 lalu.

Saat itu Persik memiliki empat pemain asing yakni Ante Bakmaz (Australia), Nikola Asceric (Slovenia), Gaspar Vega (Argentina) dan Jefferson Alves (Brazil). Keempatnya tidak lagi membela Persik.

Disamping itu Persik Kediri diketahui sejak tanggal 3 Mei sudah memulangkan pemainnya untuk libur hari raya Idul Fitri sampai tanggal 17 Mei 2021.

Namun usai tanggal 17 Mei, Persik Kediri akan menggenjot latihan guna mempersiapkan diri dalam menghadapi kompetisi Liga 1 2021 yang akan diselenggarakan pada awal bulan Juni 2021.

Joko Susilo mengatakan bahwa dirinya percaya pemainya ini semuanya profesional mengerti cara menjaga kebugaran fisik.

"Kita sudah berikan PR untuk pemain dan itu harus dilakukan selama masa libur ini," ujarnya dilansir dari SURYA.co.id.

Menurut Gethuk sebutan akrab Joko Susilo, bahwa kondisi fisik pemainnya saat masih latihan sudah cukup bagus.

Sehingga ia tak ingin dalam masa libur ini pemainnya terlena dan kondisi fisiknya bermasalah.

"Gak ada masalah saya kira pemain kita profesional tahu cara menjaga kondisi kebugaran tubuh," imbuhnya.

Joko menyebut bahwa dalam latihan terakhir dirinya sudah memberikan dasar taktikal untuk bekal dipelajari oleh pemain.

Sementara itu Media Officer Persik Anwar Bahar Basalamah saat dikonfirmasi mengatakan bahwa seluruh pemain Persik akan kembali pada 18 Mei 2021.

"Setelah lebaran nanti pemain akan kembali untuk fokus persiapan Kompetisi Liga 1 2021," tutupnya.

Demikian kabar jelang Liga 1 Indonesia bulan Juli mendatang. ( Tribunlampung.co.id / Tribunnews.com / Riyo Pratama )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved