Breaking News:

Pembubaran Kuda Kepang di Lamteng

Pemilik Hajat Kuda Kepang di Lamteng Diwajibkan Buat Surat Pernyataan

setelah pembubaran, polisi juga telah melakukan pendataan kepada pemilik hajatan, dan pemilik hajatan diwajibkan membuat surat pernyataan.

Tribun Lampung/Syamsir Alam
Polisi bubarkan acara kuda kepang di Kampung Bulusari 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNGTENGAH - Setelah dilakukan pembubaran, polisi juga telah melakukan pendataan kepada pemilik hajatan, dan pemilik hajatan diwajibkan membuat surat pernyataan.

Kepala Satreskrim Polres Lamteng AKP Edy Qorinas mengatakan, pemilik hajatan kuda kepang, telah dimintai keterangan, dan diwajibkan mendatangani surat pertanyaan untuk tidak mengulangi lagi kegiatan serupa.

"Sudah dimintai keterangan dan sudah diwajibkan menulis surat keterangan di atas materai Rp 10 ribu, sehingga pemilik hajatan untuk tidak mengulangi perbuatannya," kata AKP Edy Qorinas.

Namun Edy menegaskan, apabila pemilik hajatan di suatu saat melakukan pelanggaran serupa, maka pihaknya siap untuk memberikan sanksi tegas.

"Kalau suatu hari mengulangi lagi pelanggaran ini (Prokes Covid-19) maka akan diberikan sanksi pidana. Di awal ini hanya dilakukan pembinaan saja," ungkapnya.

Baca juga: Satgas Covid dan Polres Lampung Tengah Tegas Tak Beri Izin Kuda Kepang

Lokasi Dijaga Aparat Gabungan 

Pihaknya juga telah melakukan penjagaan di sekitar tempat acara kuda kepang dengan menempatkan personel gabungan dari kepolisian, TNI, Brimob dan tim Satgas Covid-19.

Kepala Polsek Bumi Ratunuban, Ipda Alan Ridwan menjelaskan, bahwa pihaknya bersama Satgas Covid-19, telah mengimbau kepada pemilik acara kuda kepang untuk tidak menggelar kegiatan tersebut.

Alan menyebutkan, pemilik acara memang telah mengurus izin terkait acara sunatan, pihaknya bersama unsur Satgas di Kecamatan Bumi Ratunuban tetap mengizinkan, namun tak mengizinkan digelarnya acara kuda kepang.

"Sahibul hajat (pemilik hajatan) memang telah mengurus izin (acara), namun untuk kegiatan sunatan, sementara untuk kegiatan kuda kepang tidak kami berikan izin," kata Ipda Alan Ridwan mewakili Kapolres AKBP Popon Ardianto Sunggoro.

Halaman
12
Penulis: syamsiralam
Editor: soni
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved