Breaking News:

Lampung Selatan

Polsek Penengahan Lampung Selatan Ungkap Kasus Penodongan di Jalintim

Polsek Penengahan berhasil mengungkap pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang kerap terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Lampung Selatan.

Penulis: Dominius Desmantri Barus
Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung / Dominius Desmantri Barus
Polsek Penengahan mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan di Jalintim Lampung Selatan, Senin (24/05/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Polsek Penengahan berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Lampung Selatan, Senin (24/5/2021) sekira pukul 00.30 WIB.

"Kejadian bermula ketika korban mengendarai kendaraan Colt Diesel di Desa Ruguk. Kemudian pelaku mengejar menggunakan sepeda motor Yamaha Vxion sambil mengacungkan senjata tajam jenis golok," kata Wakapolres Lampung Selatan Kompol Harto Agung Cahyo.

"Lalu pelaku memepet mobil korban dan mengacungkan golok ke pintu sebelah kanan mobil sambil berteriak ke korban untuk berhenti. Lalu pelaku memalangkan sepeda motornya di depan mobil korban," sambungnya.

Pelaku bernama Abidin (21), warga Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, Lamsel, yang juga merupakan residivis kasus yang sama.

Dia ditangkap berdasarkan laporan Abdul Rahmad, warga Desa Sri Pendowo, Kecamatan Ketapang, yang menjadi korban penodongan pada 10 November 2019 sekitar pukul 23.30 WIB di Jalintim depan pos PJR 05 Desa Ruguk.

Ketika mobil korban berhenti, pelaku meminta uang kepada korban.

Lalu korban memberikan uang sebesar Rp 50.000 ribu.

Tidak terima. pelaku mengacungkan golok ke pintu mobil korban.

"Korban menutup pintu mobil dan pelaku memecahkan kaca mobil menggunakan golok. Pelaku membuka pintu mobil dan memaksa sambil menarik korban keluar dari mobil. Pelaku lainnya memecahkan kaca mobil sebelah kiri menggunakan batu," kata Wakapolres

"Pelaku merampas handphone korban yang berada di sebelah kanan. Lalu berpindah ke sebelah kiri. Pelaku mengacungkan golok ke kernet korban. Namun tidak kena. Lalu pelaku merampas uang sebesar Rp 150 ribu," sambungnya.

Kompol Harto menuturkan, setelah berhasil merampas uang dan handphone milik korban, pelaku kemudian melarikan diri.

Harto menjelaskan, pelaku dilumpuhkan petugas karena berusaha melarikan diri ketika akan ditangkap saat sedang minum-minuman keras di Desa Muara Bakau.

"Lalu pihak kepolisian melakukan tindakan tegas terukur di kaki pelaku. Kemudian pelaku diamankan di Polsek Penengahan," kata Harto.

"Pelaku mengakui perbuatannya bersama temannya (Kamsin) yang merupakan residivis curas. Pelaku terancam dikenakan pasal 365 KUHP. Kemudian pelaku dibawa ke Polsek Penengahan guna penyidikan lebih lanjut," tutupnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved