Breaking News:

Universitas Lampung

Dukung Kemerdekaan Palestina, Unila dan FRPKB Gelar Webinar Internasional

Dinamika politik di kawasan Timur Tengah, khususnya konflik antara Palestina dan Israel sangatlah kompleks dan dinamis. Dinamika tersebut berkaitan er

Penulis: Advertorial Tribun Lampung | Editor: Advertorial Tribun Lampung
ist
Dinamika politik di kawasan Timur Tengah, khususnya konflik antara Palestina dan Israel sangatlah kompleks dan dinamis. Dinamika tersebut berkaitan erat dengan dimensi sejarah, agama, peradaban, politik internasional, dan aspek kemanusiaan. 

Rakyat Palestina, di tanah sejarah Palestina, bertekad untuk tetap teguh dan tidak akan meninggalkan tanah ini dan akan bekerja untuk menentukan nasib mereka dalam meraih kemerdekaan palestina dengan Jerusalem sebagai ibu kotanya dan mengembalikan para pengungsi ke rumah mereka di manapun mereka mengungsi karena peristiwa Nakba, yang merupakan implementasi dari resolusi nomor 194.

“Pada akhirnya kami ucapkan tidak ada opsi lain kecuali kami harus menghadapi dan kami harus berjuang terhadap agresi ini. Jerusalem adalah harga mati dan tidak bisa dinegosiasikan, tidak ada yang bisa dinegosiasikan tanpa Jerusalem. Terakhir kami sampaikan kepada bapak ibu sekalian, terima kasih atas acara yang telah diselenggarakan,” ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan ketiga pembicara lainnya. Dalam sesi ini, masing-masing pembicara memaparkan pandangannya dengan perspektif berbeda-beda. Trias Kuncahyano menyampaikan, salah satu modal kekuatan besar bagi bangsa Palestina untuk memperebutkan kemerdekaannya adalah persatuan dan kesatuan bangsa Palestina.

Indonesia dalam hal ini dapat berbagi pengalaman perjuangannya merebut kemerdekaan. Perjuangan itu dimulai dengan mengesampingkan, membuang segala kepentingan baik pribadi, kelompok dan semua difokuskan untuk kepentingan bangsa.

Sementara Zuhairi Misrawi, M.A., mengungkapkan, beberapa solusi yang dapat mendorong kemerdekaan Palestina antara lain mewujudkan rekonsiliasi Hamas dan Fatah, mendorong perdamaian antara Palestina dan Israel serta mengusulkan ideologi Pancasila sebagai dasar negara untuk mempersatukan rakyat Palestina.

Pada pemaparan terakhir Prof. Mohd Kamarulnizam menyampaikan, konflik Israel dan Palestina turut dibahas dari sudut pandang bagaimana media barat menggunakan kekuatan media framing untuk menutupi fakta dan memperlemah eksistesi Palestine di dunia. (*)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved