Breaking News:

Pringsewu

Sosialiasi Perda Perlindungan Anak di Pringsewu, Orangtua Diimbau Tak Lalai Awasi Anak Bermedsos

Anggota DPRD Provinsi Lampung Ririn Kuswantari meminta supaya semua orangtua waspada di era kemudahan teknologi saat ini.

Dokumentasi
Sosialisasi Perda tentang Perlindungan Anak oleh anggota DPRD Provinsi Lampung. Sosialiasi Perda Perlindungan Anak di Pringsewu, Orangtua Diimbau Tak Lalai Awasi Anak Bermedsos 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Para orangtua diimbau supaya tidak lalai mengawasi anak-anaknya ketika berselancar di media sosial.

Anggota DPRD Provinsi Lampung Ririn Kuswantari meminta supaya semua orangtua waspada di era kemudahan teknologi saat ini.

Terutama, media sosial. 

"Saat ini, setiap anak tanpa batasan umur, bisa mengakses medsos," kata Ririn.

Oleh karena itu lah, Ririn memandang perlu adanya pengawasan orangtua ketika anak-anak bermedsos. 

Sehingga anak tidak akan salah menerima nilai-nilai asing yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia.

Baca juga: Hati-hati Modus Penipuan Catut Nama Wakil Bupati Pringsewu, Sasar Pengurus Rumah Ibadah

Ririn menyampaikan itu saat menggelar sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Lampung No 13 Tahun 2017 tentang Perlindungan Anak di Aula Balai Pekon Yogyakarta Selatan, Selasa 25 Mei 2021.

Sosialisasi melibatkan anggota DPRD Pringsewu Anton Subagiyo dan Komnas Perlindungan Anak Provinsi Lampung, Herlina.

Ririn berharap melalui sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Lampung No 13 Tahun 2017 tentang Perlindungan Anak ini warga dapat memiliki kesadaran dan displin yang lebih tinggi dalam menjaga anak-anaknya. 

Anggota DPRD Pringsewu Anton Subagiyo mengungkapkan setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapatkan perlindungan.

Baca juga: Buruh di Pringsewu Tusuk Tetangganya Terancam 2 Tahun 8 Bulan Penjara.

Terutama perlindungan dari perlakuan diskriminasi, ekploitasi, baik ekonomi maupun seksual, dan penelantaran.

Serta kekejaman, kekerasan dan penganiayaan, ketidak adilan dan perilakuan salah lainnya. 

"Jadi, setiap anak harus dipenuhi hak-haknya mulai dari kandungan, lahir, sampai usia 18 tahun, " tukasnya. 

( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik )

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved