Breaking News:

OJK Lampung Terus Perkuat Kontribusi Sektor Jasa Keuangan di Tengah Pandemi Covid-19

OJK Provinsi Lampung terus berupaya menjaga sektor jasa keuangan tetap stabil dan berkontribusi dalam mendorong pemulihan ekonomi di Provinsi Lampung

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Dini
OJK Lampung Terus Perkuat Kontribusi Sektor Jasa Keuangan di Tengah Pandemi Covid-19 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung terus berupaya menjaga sektor jasa keuangan tetap stabil dan berkontribusi dalam mendorong pemulihan ekonomi di Provinsi Lampung. 

Kepala OJK Provinsi Lampung Bambang Hermanto mengatakan, upaya tersebut adalah dengan memberikan kebijakan relaksasi lanjutan dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional, berupa pemberian pelonggaran ketentuan prudential penurunan aktiva tertimbang menurut risiko (ATMR), yang dikaitkan dengan Loan to Value (LTV) ratio dan profil risiko.

Kemudian BMPK sebagai upaya menurunkan beban cost of regulation, turut memberikan keleluasaan bagi calon debitur di daerah untuk memperoleh kredit kendaraan bermotor, perumahan, dan sektor jasa kesehatan.

"Terlebih saat ini suku bunga kredit perbankan juga menunjukkan tren menurun, sehingga semakin mendorong akses pembiayaan modal kerja, dan investasi menjadi lebih murah dan menarik untuk dunia usaha," kata Bambang dalam Media Update Pemaparan Industri Jasa Keuangan di Provinsi Lampung (Triwulan 1-2021) di Emersia Hotel & Resort, Jumat 28 Mei 2021.

Berdasarkan data realisasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Provinsi Lampung pada Triwulan I-2021, tercatat penempatan dana pemerintah di Bank Himbara, yang kemudian diteruskan menjadi penyaluran kredit dalam rangka PEN di wilayah Provinsi Lampung telah mencapai Rp10,48 Triliun.

Dengan jumlah 274.447 debitur atau telah meningkat hampir 2 kali lipat dari posisi Desember 2020 yang tercatat sebesar Rp 5,40 Triliun dengan 133.738 debitur. 

Baca juga: OJK Optimistis Industri Jasa Keuangan di Lampung Membaik di Tahun 2021

Sedangkan total restrukturisasi kredit telah diberikan kepada 73.797 debitur dengan nominal mencapai sebesar Rp 6,65 Triliun atau 18,54% dari keseluruhan kredit yang diberikan. 

Dengan rincian sebesar Rp 6,24 Triliun (71.897 debitur) dilakukan oleh Bank Umum/Bank Umum Syariah dan sebesar Rp 407,64 Miliar (1.900 debitur) dilakukan oleh Bank Perkreditan Rakyat/Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.

Total restrukturisasi kredit di Triwulan 1- 2021 tersebut menunjukkan angka penurunan sebesar Rp 215 miliar dari posisi sebelumnya Triwulan IV-2020.

Sementara pelaksanaan restrukturisasi di Lembaga Pembiayaan juga masih berlangsung, tercatat nilai outstanding (dikurangi nilai pelunasan) restrukturisasi kredit dan debitur restrukturisasi perusahaan pembiayaan akibat pandemi Covid-19 sampai dengan Maret 2021 terlihat cenderung menurun mencapai Rp 3.891 Milyar, dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar Rp 3.904 Milyar.

Baca juga: Tips Merencanakan Keuangan di Masa Pandemi dari OJK Lampung

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved