Breaking News:

Pringsewu

Dinas Perikanan Pringsewu Pelajari Spesifik Alam Belut di Tulangbawang

Kepala Dinas Perikanan Pringsewu Debi Hardian mengatakan, bila saat ini pihaknya sedang mempelajari kembali spesifik alam belut di Tulangbawang.

Tribunlampung.co.id/Didik
Pedagang belut di tepi Jalinbar Pringsewu, Selasa (1/6/2021). Dinas Perikanan Pringsewu Pelajari Spesifik Alam Belut di Tulangbawang 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Dinas Perikanan Kabupaten Pringsewu sudah pernah membentuk kelompok pembudidaya belut.

Akan tetapi, budidaya tersebut tidak membuahkan hasil memuaskan.

Oleh karena itu, sebagian masyarakat memilih jadi penjual belut karena dinilai lebih menguntungkan.

Kepala Dinas Perikanan Pringsewu Debi Hardian mengatakan, bila saat ini pihaknya sedang mempelajari kembali spesifik alam belut di Tulangbawang.

"Ada rencana kita, tapi karena Covid-19 ini makin menggila, sehingga kita mundur lagi, sementara kita agak menahan diri," katanya.

Tapi, lanjut Debi, pihaknya tetap akan komunikasi dengan dinas terkait di Tulangbawang mengenai rencana budidaya belut di Pringsewu.

Baca juga: Belut yang Dijajakan di Tepi Jalinbar Pringsewu Berasal dari Tulangbawang

"Cuman alam kita terlalu panas, beda kondisinya dengan yang di Tulangbawang," tuturnya.

Debi mengaku tetap akan berupaya supaya belut menjadi cirikhas di Pringsewu. 

"Supaya tetap jadi branding-nya Pringsewu, tapi Pringsewu sendiri juga punya (belut)," ungkapnya.

Namun, Debi melihat dari posisi Pringsewu ini strategis sebagai kota jasa. 

Baca juga: 80 Kg Belut Terjual di Tepi Jalinbar Pringsewu dalam Sebulan

Sehingga kalau Pringsewu sebagai kota jasa, bahan baku itu bisa berasal dari mana saja. 

Jadi, menurutnya, semua barang itu ada walaupun bukan dari Pringsewu. 

"Karena sumber daya alam kita terbatas, kita sudah bisa membranding, sehingga tinggal kita up saja nanti," tuturnya.

( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik )

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved