Breaking News:

Pringsewu

Kondisi Iklim Akibatkan Belut Tidak Berkembang di Pringsewu

Kepala Dinas Perikanan Pringsewu Debi Hardian mengungkapkan, bila belut ini lebih suka berada di daerah rawa-rawa seperti di Tulangbawang dan Mesuji.

Tribunlampung.co.id/Didik
Penjaja belut di Jalinbar Pringsewu. Kondisi Iklim Akibatkan Belut Tidak Berkembang di Pringsewu 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Kabupaten Pringsewu terkenal sebagai daerah pertanian sawah. 

Idealnya bisa jadi tempat berkembang biak belut sebagaimana yang dijajakan di tepi Jalinbar Pringsewu.

Kepala Dinas Perikanan Pringsewu Debi Hardian mengungkapkan, bila belut ini lebih suka berada di daerah rawa-rawa seperti di Kabupaten Tulangbawang dan Mesuji.

Terkadang di daerah sawah di Mesuji itu terdapat belut.

"Sehingga ada tempat yang secara alami belut berkembang di sana," tukasnya.

Sementara itu di Kabupaten Pringsewu yang notabene juga banyak terdapat sawah.

Baca juga: Belut yang Dijajakan di Tepi Jalinbar Pringsewu Berasal dari Tulangbawang

Tapi, Debi mengatakan, kondisi airnya berbeda.

"Relatif sawah kita agak kering, tidak basah, sementara belut butuh wilayah yang lebih berair (lembab)," tuturnya.

Kata Debi, penggunaan pupuk kimia dan obat-obatan pertanian juga memungkinkan sebagai faktor  tidak berkembangnya belut.

Sehingga memang membutuhkan habitat yang betul-betul membuat belut itu hidup. Seperti daerah yang lembab dan dingin. 

Baca juga: Dinas Perikanan Pringsewu Pelajari Spesifik Alam Belut di Tulangbawang

"Kalau kita di Pringsewu kan cenderung panas, air di sawah saja bisa anget," tuturnya.

( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik )

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved