Breaking News:

Universitas Lampung

Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis Unila Kembangkan Produk Bat Coffee

Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis (Sikubis) Universitas Lampung (Unila) mengembangkan Kopi Codot atau Bat Coffee sebagai salah satu produk kopi ungg

Penulis: Advertorial Tribun Lampung | Editor: Advertorial Tribun Lampung
ist
Sentra Inovasi dan Inkubator Bisnis (Sikubis) Universitas Lampung (Unila) mengembangkan Kopi Codot atau Bat Coffee sebagai salah satu produk kopi unggulan yang mengusung kearifan lokal Lampung. 

Dedi mengaku sejauh ini tidak ada kendala dalam mendapatkan bahan baku. Timnya sudah bekerja sama dengan petani kopi di empat lokasi yaitu Suoh dan Pesisir Barat Kabupaten Lampung Barat, serta Sukaraja dan Gisting Kabupaten Tanggamus.

“Untuk satu lokasi bisa menghasilkan 25 kilogram per hari,” ujarnya.

Dedi mengatakan, harga biji kopi kelelawar lebih mahal dibandingkan biji kopi biasa. Jika biji kopi biasa dibeli dari petani Rp19 ribu per kilogram, maka biji kopi kelelawar dibeli dengan kisaran harga Rp30-35 ribu per kilogram.

“Harga biji kopi kelelawar kami beli lebih mahal ke petani karena petani harus mengambil dan memilih biji yang jatuh di bawah di sekitar tanaman kopi. Itu yang kami hargai, makanya harganya lebih tinggi,” kata Dedi.

Untuk proses Bat Coffee juga berbeda dengan kopi biasa. William Pangestu menjelaskan, pada kopi biasa membutuhkan perendaman, pencucian, pengupasan, dan penjemuran, sedangkan Bat Coffee cukup dibersihkan kulit arinya dan bisa langsung diroasting dan digiling.

“Banyak proses yang dilompati karena daging buahnya sudah dimakan codot, jadi biji yang masih dibungkus kulit ari jatuh ke tanah dan kering secara alami di bawah,” jelas William.

Dia mengklaim, aroma seduhan Bat Coffee lebih kuat, tapi tingkat pahitnya lebih rendah dari kopi biasa.

“Kalau rasanya sama seperti rasa kopi robusta pada umumnya, tapi aromanya lebih kuat, dan rasa pahitnya berkurang,” ujar William.

Meutia Pusparini yang merupakan CEO Bat Coffee mengatakan, saat ini produk Bat Coffee masih dijual secara online. Bat Coffee kemasan 200 gram dijual Rp60 ribu sedangkan green bean Bat Coffee kemasan 200 gram dihargai Rp50 ribu.

“Kendala pemasaran Bat Coffee ini karena belum banyak masyarakat yang mengenal kopi codot ini,” kata Meutia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved