Breaking News:

Lampung Tengah

Hama Tikus, Puluhan Hektare Lahan Jagung di Lamteng Gagal Panen

Puluhan hektare lahan tanaman jagung di Kampung Rama Otama, Kecamatan Seputih Raman, gagal panen.

tribun lampung/syamsir alam
Petani Jagung di Kecamatan Seputih Raman Gropyokan Kejar Hama Tikus    

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNGTENGAH - Puluhan hektare lahan tanaman jagung di Kampung Rama Otama, Kecamatan Seputih Raman, gagal panen.

Pasalnya, tanaman petani yang berusia satu hingga tiga bulan atau siap panen, rusak dimakan oleh hama tikus yang merusak sejak beberapa bulan terakhir.

Sadiman salah satu petani menyebutkan, hama tikus merusak batang tanaman sehingga merusak bonggol jagung dan tanaman secara keseluruhan.

"Tanaman jagung dari siap panen, maupun baru umur satu bulan, semua rusak dimakan batangnya (oleh hama tikus). Hampir semua petani di sini gagal panen," jelas Sadiman, Minggu (6/6/2021).

Ditambahkan oleh Sadiman, hampir semua tanaman jagung di Kampung Rama Otama rusak dan mereka gagal panen.

Baca juga: Viral Jagung 2 Hektare di Lampung Ludes Dimakan Tikus dalam Satu Malam

"Dalam satu malam bisa ludes (rusak) sisa bonggolnya saja. Kalau luasnya (lahan yang diserang hama) bervariasi, ada seperempat hektar, dua rantai, setengah hektar. Semuanya gak nyisa satu batang pun," bebernya.

Rani petani lainnya mengatakan, untuk mengatasi hama tikus yang meresahkan, petani hanya bisa berupaya mengusir dengan cara gropyokan tikus.

"Kami hanya bisa (usir tikus) dengan cara gropyokan tikus menggunakan Elpiji dikasih belerang. Kita bakar lubang tikus di sepanjang pinggiran sawah. Hasilnya lumayan, ratusan ekor berhasil ditangkap," jelasnya.

Saat ini menurut para petani, mereka hanya bisa pasrah dan berharap pemerintah daerah bisa membantu mereka dengan memberikan racun hama.

Camat Seputih Raman Eko Danarto menjelaskan, hama tikus bukan hanya menyerang tanaman jangung saja, melainkan juga tanaman padi di sejumlah kampung di Seputih Raman turut juga diserang hewan pengerat itu.

"Upaya pencegahan yang bisa kami lakukan bersama petani yakni dengan cara gropyokan tikus saja. Gropyokan dilakuan untuk menekan hama tikus yang masih terus berlangsung," ungkapnya.

Terkait kerugian yang diderita oleh petani, Eko mengatakan pihaknya masih menunggu data luas lahan total yang rusak dan mengalami kerugian akibat serangan hama tikus.(sam)

Penulis: syamsiralam
Editor: soni
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved