Breaking News:

Metro

DKP3 Kota Metro Optimis Panen Raya meski Hama Tikus Mewabah

DKP3 Kota Metro optimis setelah melihat kondisi persawahan di Bumi Sai Wawai yang masih berpotensi panen raya meski hama tikus mewabah di wilayah.

Teribunlampung.co.id / Indra Simanjutak
Ilsutrasi, gropyokan hama tikus di Margodadi Metro Selatan. DKP3 Kota Metro tetap optimis persawahan di Bumi Sai Wawai masih berpotensi panen raya. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro tetap menargetkan panen raya meski hama tikus mewabah di wilayah setempat. 

Kepala DKP3 Kota Metro Hery Wiratno mengatakan pihaknya tetap optimis persawahan di Bumi Sai Wawai masih berpotensi panen raya jika gerakan pengendalian (gerdal) hama tikus terus dilakukan. 

"Kalau kita lihat, hama tikus yang menyerang persawahan saat ini masih bisa dikendalikan. Tentu kita harap tidak tambah berkembang. Hanya saja terparah ada di Banjarsari, Metro Utara. Hampir semuanya persawahan dimakan," tukasnya, Jumat (11/6/2021).

Ia menilai sawah di Kota Metro dapat panen raya pada musim gadu, maka ketersediaan pangan akan terpenuhi dibandingkan daerah lain.

Karenanya, DKP3 Metro terus mendorong kelompok tani untuk gerdal hama tikus.

Baca juga: Petani Metro Akan Gropyokan Hama Tikus hingga Musim Panen

"Jika dapat kita kendalikan, ketersediaan pangan kita bisa dikatakan aman. Karena kalau kita lihat di daerah lain sudah mulai terserang. Semoga saja di musim ini kita bisa hasilkan gabah yang maksimal," katanya lagi. 

Sementara Ketua Kordinator Penyuluh BPP Metro Pusat Ayu Ningsih mengaku pihaknya mendorong Poktan untuk menerapkan gerdal gropyokan baik siang maupun malam hari untuk mengendalikan populasi tikus di wilayah Metro Pusat. 

"Mulai dari pengolahan lahan kemarin hingga masa taman masuk di usia 20 hari ini, kami terus melakukan gropyokan. Dalam semalam, kami bisa dapatkan 100 ekor tikus. Bahkan, pada waktu pengolahan lahan sebelumnya kita dapat lebih banyak," ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini usia padi di area Metro Pusat rata-rata sudah memasuki 20 hari dan sangat rawan akan terserang hama tikus. Karena tikus sangat suka makan pohon padi dengan usia muda. 

"Makanya kita setiap hari mengimbau kepada petani untuk memburu tikus. Memang yang kami gerakan saat ini masih per kecamatan. Tapi pak Kadis akan mengupayakan untuk melakukan gropyokan se-Kota Metro," tuntasnya.  ( Tribunlampung.co.id / Indra Simanjutak )

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: Hanif Mustafa
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved