Breaking News:

Penganiayaan di Lampung Barat

Petani Aniaya Wanita di Batu Brak Lampung Barat Ternyata Residivis

Pelaku penganiayaan dan pencurian di Pekon Teba Liokh, Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat merupakan residivis kasus curat pada tahun 2010 dan 2018.

Penulis: Nanda Yustizar Ramdani | Editor: Daniel Tri Hardanto
Dok Polsek Sekincau
Jajaran Unit Reskrim Polsek Sekincau meringkus seorang petani yang diduga sebagai tersangka penganiayaan. Tersangka bernama Hendra (28), warga Pekon Bakhu, Kecamatan Batu Ketulis, Lampung Barat. 

Selanjutnya, terus Sukimanto, tim Unit Reskrim Polsek Sekincau yang dipimpin oleh Panit I Reskrim Polsek Sekincau Iptu E Panjaitan berangkat menuju Pekon Bakhu untuk melakukan pengecekan mengenai keberadaan pelaku dan melakukan penangkapan.

"Setelah dilakukan penangkapan dan pengembangan, pelaku mengakui telah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap korban di Pekon Teba Liokh," terang Sukimanto.

"Pencurian di Pekon Tembelang, Bandar Negeri Suoh, Lampung Barat," imbuhnya.

Usai ditangkap, pelaku dibawa ke Mapolsek Sekincau beserta barang bukti untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Seorang wanita bernama Taminah (50), warga Pekon Teba Liokh, Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat, menjadi korban penganiayaan dan pencurian.

Sementara tersangka penganiayaan bernama Hendra (28), warga Pekon Bakhu, Kecamatan Batu Ketulis, Lampung Barat.

Kapolsek Sekincau Kompol Sukimanto membeberkan kronologi kejadian tersebut.

"Senin (1/2/2021) sekira pukul 12.00 WIB, suami korban Sarjono (55) sedang berada di Balai Pekon Teba Liokh," ujar Sukimanto, Jumat (11/6/2021).

"Kemudian datang seorang warga yang mengatakan kepada Sarjono agar segera pulang," sambung dia.

Mendengar hal tersebut, Sarjono langsung pulang dan mendapati istrinya tergeletak pingsan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved