Breaking News:

Lampung Selatan

Polisi Amankan Pelaku Penggelapan Arang Batok, Korban Rugi 200 Juta

Unit Jantanras Polres Lampung Selatan berhasil mengamankan RMM (36), yang menjadi tersangka penggelapan muatan truk yang berisikan arang batok.

Dokumen Polres Lampung Selatan
Polisi Polres Lampung Selatan amankan pelaku penggelapan arang batok, korban rugi Rp. 200 juta 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN – Unit Jantanras Polres Lampung Selatan berhasil mengamankan RMM (36), yang menjadi tersangka penggelapan muatan truk yang berisikan arang batok sebanyak 23 ton.

Pelaku merupakan warga Desa Bedengseng Tungkal Jaya, Kabupaten Banyuasin.

Korbannya adalah Asmar Panjaitan, pengurus penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni.

Kasatreskrim Polres Lampung Selatan Ajun Komisaris Polisi Enrico Donald Sidauruk mengatakan, pelaku diamankan petugas pada Rabu (9/6/2021), sekira pukul 10.30 WIB.

“RMM, Kita amankan di kampungnya yang berada di Bedengseng Tungkal Jaya,” ujar Enrico, Jumat (11/6/2021).

RMM menjadi pelaku penggelapan muatan truk yang berisikan arang batok sebanyak 23 ton.

Saat itu pelaku melakukan transaksi di parkiran SPBU Kota Dalam, Kecamatan Sidomulyo.

Menurut Enrico, pemindahan muatan arang batok berjalan mulus, karena dilakukan tanpa seizin dan sepengetahuan korban selaku pemilik muatan.

“Akibat hasil curang pelaku, korban harus menanggung kerugian mencapai Rp. 200 juta. Korban melapor ke Polres Lampung Selatan,” ujar Enrico.

“Tim unit Jantanras lalu memburu pelaku. Dari hasil penyidikan dan barang bukti, serta kerjasama dengan unit reskrim Polsek Tunggal Jaya, pelaku berhasil kita amankan,” lanjutnya.

Mantan Kasatreskrim Polsek Pesawaran ini menambahkan, RMM berhasil dibekuk petugas saat berada di bengkel tambal ban, persis di depan tempat usaha rumah makan milik pelaku.

“Tersangka dan barang bukti berupa satu unit kendaraan roda empat jenis mini bus merk Toyota Sigra warna merah dengan nomor polisi BH 1566 ND berhasil kami amankan,” ujar Enrico.

“Pelaku terancam pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun” kata Enrico.(Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus)

Penulis: Dominius Desmantri Barus
Editor: Dedi Sutomo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved