Breaking News:

Tanggamus

Mantan Pj Kepala Pekon Terdana Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Menurut Kasubag Humas Polres Tanggamus Inspektur Satu M Yusuf, tersangka dikenakan empat pasal UU RI nomor 31 tahun 1999 dan diancam 20 tahun penjara.

Penulis: Tri Yulianto | Editor: Hanif Mustafa
Tribunlampung.co.id / Tri Yulianto
Tersangka MS, oknum mantan Pj Kakon Terdana, Kecamatan Kota Agung saat digelandang ke tahanan Polres Tanggamus karena korupsi dana desa 2019 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Oknum mantan Penjabat (Pj) Kepala Pekon Terdana Kecamatan Kota Agung diancam hukuman minimal empat tahun maksimal 20 tahun.

Menurut Kasubag Humas Polres Tanggamus Inspektur Satu M Yusuf, tersangka dikenakan empat pasal UU RI nomor 31 tahun 1999 sebagimana telah diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi yang dapat merugikan negara atau perekonomian negara dipidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun," kata Yusuf, Sabtu, (12/6/2021).

Ia menambahkan, hal itu mulanya diatur dalam pasal 2 dan 3. Lalu pasal 4 tentang pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara tidak menghapuskan dipidananya pelaku tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 dan pasal 3. 

Selanjutnya junto pasal 18, selain pidana tambahan sebagaimana dimaksud dalam KUHPidana, sebagai pidana tambahan. 

Baca juga: Polres Tanggamus Amankan Sejumlah Berkas Pekon Terdana Selain Uang Rp 50 Juta

Maka, kata Yusuf, tersangka dapat dikenakan pasal berlapis, dan selanjunya bisa juga dikenakan denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Menurut Yusuf, berdasarkan keterangan tersangka MS, uang Dana Desa 2019 Pekon Terdana dipakai untuk kepentingan pribadi selama menjabat Pj Kakon Terdana tahun 2019.

Terhadap tersangka sebenarnya sudah dilakukan pembinaan oleh Inspektorat Tanggamus dengan waktu 60 hari untuk mengembalikan kerugian negara namun tidak diindahkan oleh tersangka.

"Menurut tersangka, uang tersebut untuk keperluan pribadi. Pengakuannya seorang diri, namun kami terus melakukan penyelidikan apakah ada keterlibatan orang lain," tambah Yusuf. ( Tribunlampung.co.id / Tri Yulianto )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved