Apa Itu

Apa Itu Kudeta, Cek Bedanya dengan Revolusi

Kudeta acapkali disamakan artinya dengan revolusi. Lantas, Apa itu kudeta?

Tayang:
Penulis: Kiki Novilia | Editor: Kiki Novilia
Kolase Kompas
Ilustrasi. Apa Itu Kudeta, Cek Bedanya dengan Revolusi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kudeta acapkali disamakan artinya dengan revolusi. Lantas, Apa itu kudeta?

Dikutip dari britannica.com, kudeta adalah penggulingan pemerintahan yang ada secara tiba-tiba dan dengan kekerasan oleh sekelompok kecil.

Senanda dengan pengertian di atas, makna dalam KBBI adalah perebutan kekuasaan (pemerintahan) dengan paksa. 

Hal ini berbeda dengan revolusi

Revolusi biasanya membutuhkan banyak orang untuk mengambil alih kekuasaan.

Baca juga: Apa Itu Fabel

Revolusi dilakukan untuk membuat perubahan sosial, ekonomi, dan politik.

Sedangkan Kudeta dapat dilakukan oleh segelintir orang, bahkan oleh satu orang.

Ilustrasi. Apa Itu Kudeta Cek Bedanya dengan Revolusi
Ilustrasi. Apa Itu Kudeta Cek Bedanya dengan Revolusi (Kolase Kompas)

Kudeta juga jarang mengubah kebijakan sosial dan ekonomi fundamental suatu negara.

Kudeta  tidak secara signifikan mendistribusikan kembali kekuasaan di antara kelompok politik yang bersaing.

Selain itu, syarat utama kudeta adalah kendali atas semua atau sebagian angkatan bersenjata, polisi, dan elemen militer lainnya.

Baca juga: Apa Itu Sumpah Pemuda

Kudeta berasal dari bahasa Prancis "Coup d'etat" atau "coup".

Secara harfiah, Coup d'etat berarti pukulan terhadap suatu negara.

Contoh Kudeta

Setelah memahami Apa itu kudeta, berikut ini adalah contoh Kudeta yang tercatat dalam sejarah. 

Dikutip dari britannica.com, contoh Kudeta modern paling awal adalah yang dilakukan Napoleon untuk menggulingkan Direktori pada 9 November 1799 (18 Brumaire).

Saat itu Louis Napoleon membubarkan majelis Republik Kedua Prancis pada tahun 1851.

Di beberapa negara Amerika Latin, Kudeta merupakan hal yang biasa terjadi pada abad ke-19 dan ke-20.

Pada sekira 1960, Kudeta juga sering terjadi di benua Afrika setelah negara-negara di sana memperoleh kemerdekaan.

Dikutip dari National Geographic Indonesia, terdapat lima Kudeta militer paling kejam dalam sejarah.

1. Kudeta di Venezuela, 1992

Kudeta pertama terjadi pada Februari 1992 yang dipimpin oleh Hugo Chavez dengan 'Movimiento Bolivariano Revolucionario' (MBR-200).

Sementara yang kedua terjadi pada 27 November dengan dipimpin oleh orang lain dalam upaya untuk menggulingkan Presiden Carlos Andres Perez saat itu, sementara Chavez dipenjara.

Kudeta kedua yang berhasil mengambil alih televisi yang dikelola pemerintah dan pangkalan udara utama.

Kudeta ini mengakibatkan kematian 14 tentara dan melukai 50 tentara dan 80 warga sipil, sementara pihak pemerintah membalas dengan pembunuhan di luar hukum terhadap 40 orang dan penahanan sewenang-wenang.

Meskipun gagal dan menimbulkan banyak kontroversi, Kudeta ini melontarkan Chavez ke posisi tertinggi di negara tersebut beberapa tahun kemudian.

2. Kudeta Thailand, 2006

Pada 19 September 2006, Angkatan Darat Kerajaan Thailand melakukan Kudeta terhadap Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, yang merupakan awal dari perubahan pemerintahan non-konstitusional pertama dalam 15 tahun.

Tuduhan menyatakan bahwa Jenderal Prem Tinsulanonda berada di belakang Kudeta dan bahwa perwira militer disuap 1,5 juta baht untuk berpartisipasi dalam komplotan itu.

Hal ini mengakibatkan militer membatalkan pemilihan yang akan datang, membatalkan Konstitusi, menyensor media, melarang semua jenis protes, dan deklarasi darurat militer secara nasional.

3. Revolusi Oranye, 2004 - 2005

Serangkaian protes dan peristiwa politik dari November 2004 hingga Januari 2005, menyebabkan kematian ratusan ribu hingga satu juta pemrotes di Kiev, ibukota Ukraina.

Demo dipicu oleh hasil dari pemilihan putaran kedua dalam pemilihan presiden Ukraina, yang dirusak oleh korupsi besar-besaran, penipuan, dan intimidasi pemilih.

Meskipun Kiev adalah pusat protes, Kudeta ini kemudian terjadi secara nasional dengan serangkaian tindakan pembangkangan sipil, pemogokan umum dan aksi duduk, yang akhirnya mengakibatkan penggulingan Viktor Yanuokovych.

4. Kudeta Georgia, 1992 - 1993

Konflik antar-etnis dan intra-nasional antara Ossetia Selatan dan Abkhazia dari Perang Sipil Georgia yang terkenal juga melibatkan Kudeta kekerasan dari 21 Desember 1991 hingga 6 Januari 1992.

Kudeta itu dilakukan untuk melawan Presiden Zviad Gamsakhurdia yang terpilih secara demokratis.

Pemberontakan berikutnya terjadi sebagai upaya sang presiden untuk mendapatkan kembali kekuatannya.

Hari-hari penuh pertempuran tersebut mengakibatkan kehancuran Jalan Rustaveli dan kematian 113 orang, tidak termasuk dampak-dampak lain dari perang saudara tersebut.

5. Kudeta Mali, 2012

Kudeta ini dimulai pada 21 Maret 2012 ketika tentara Mali yang memberontak, yang membentuk Komite Nasional untuk Pemulihan Demokrasi, tidak menerima cara Presiden Amadou Toumani Touré menangani pemberontakan Tuareg.

Mereka menyerang ibu kota Barnako, termasuk istana kepresidenan, barak militer, dan televisi yang dikelola pemerintah.

Pemberontakan Tuareg adalah serangkaian pemberontakan yang terjadi sejak 1916 ketika pemberontak Gerakan Nasional untuk Pembebasan Azawad berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan bagi wilayah utara Mali.

Pemberontakan yang terjadi pada 2012 tersebut membuat 100.000 warga sipil terlantar, dan menewaskan hampir 15.000 tentara.

Demikianlah pengertian terkait apa itu Kudeta. ( Tribunlampung.co.id / Kiki Novilia )

Baca juga: Apa Itu Legalisir atau Legalisasi

Baca juga: Apa Itu Polutan

Baca juga: Apa Itu Simbiosis Mutualisme, Jenis Simbiosis Paling Baik

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved