Berita Terkini Nasional
Heboh Mayat Bayi Dalam Kaleng Biskuit di Pemalang: Sudah Meninggal 3 Hari
Bayi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam kaleng biskuit di Pemalang, Jawa Tengah.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID -- Bayi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam kaleng biskuit di pinggir jalan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Temuan mayat bayi dalam kaleng biskuit tersebut menghebohkan warga.
Dari hasil pemeriksaan tim medis, identitas bayi dalam kaleng berjenis kelamin perempuan memiliki panjang 25 cm, berat kurang lebih 600 gram, umurnya kurang lebih 4 bulan.
Bayi malang tersebut diperkirakan sudah meninggal tiga hari yang lalu.
Penemuan orok tersebut viral di sosial media akun Instagram @kabarpemalang.
Video penemuan bayi itu telah dilihat 32.377 tayangan dan mendapatkan komentar 105 komentar.
Baca juga: Viral Bocah Menangis di Pinggir Jalan Meratapi Ayah Ibunya yang Meninggal Kecelakaan
Di akun tersebut penemuan bayi dituliskan caption 'Ditemukan sesosok bayi yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa di Jalan Sawah Beji-Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Pemalang, pada Jumat (18/6/2021), sekitar pukul 15.00 WIB'.
Adanya penemuan tersebut, polisi langsung mengecek ke lokasi.
Kapolsek Taman Polres Pemalang AKP Marhaendro bersama personilnya langsung cek lokasi penemuan ditemukannya mayat bayi di pinggir Jalan Kelurahan Beji, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
"Kami mendatangi TKP Bersama tim inafis Polres Pemalang dan tim kesehatan dari Puskesmas Banjardawa, Taman," kata Kapolsek Taman AKP Marhaendro.
Dikatakannya tim kesehatan langsung melakukan pemeriksaan pada mayat orok, lalu membawanya ke RSUD Ashari, Pemalang.
AKP Marhaendro menambahkan, saat ini unit reskrim Polsek Taman masih melakukan penyelidikan terkait ditemukannya mayat orok bayi tersebut.
"Saat ini, anggota unit Reskrim Polsek Taman masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di TKP," tambahnya. (Dro)
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com
Baca berita bayi dibuang lainnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/bayi-meninggal-setelah-dipaksa-minum-darah-hewan-orangtua-bermaksud-cegah-virus-corona.jpg)