Breaking News:

Tulangbawang

Saluran Irigasi Tambak Dipasena Tulangbawang Butuh Pengerukan karena Alami Pendangkalan

Paska hengkangnya PT CPP dari Dipasena pada 2010 lalu, petambak di wilayah berikat itu mulai melakukan budidaya udang secara mandiri.

Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: soni
tribun lampung/endra zulkarnain
Kondisi tambak udang di Dipasena Kecamatan Rawajitu Timur, Tulangbawang, Senin (21/06). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, ,TULANGBAWANG - Petambak Dipasena di Kecamatan Rawajitu Timur Kabupaten Tulangbawang perlahan-lahan mulai membangkitkan kembali gairah budidaya udang diwilayah setempat.

Paska hengkangnya PT CPP dari Dipasena pada 2010 lalu, petambak di wilayah berikat itu mulai melakukan budidaya udang secara mandiri.

Meskipun saat ini wilayah Dipasena sudah mulai dialiri listrik PLN, namun upaya budidaya mandiri udang masih saja ada kendala.

Menurut Ari Suharso, petambak Dipasena, saat ini kendala yang dirasakan petambak adalah adanya pendangkalan saluran irigasi tambak.

"Kendala kami sekarang infrastruktur pendangkalan saluran irigasi. Banyak lumpur ini yang diminta untuk dilakukan pengerukan. Karena itu butuh ekskavator," kata Ari, Senin (21/06).

"Kalau listrik PLN sih sudah 99 persen masuk ke areal tambak udang Dipasena," kata diam

Meski listrik PLN sudah masuk, namun Ari memastikan, perlu adanya pembenahan jaringan.

"Karena kalau musim hujan sering mati lampu. Soalnya jaringan PLN kan yang ngerjain kontraktor, jadi banyak yang nggak standar," pungkasnya. (endra)

 
 

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved