Breaking News:

Kota Metro

Turunkan Bed Occupancy Rate, Pemkot Metro Tambah Tempat Tidur Rumah Sakit

Pemerintah Kota (Pemkot) Metro akan menambah jumlah tempat tidur untuk menurunkan angka Bed Occupancy Rate

Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: soni
shutterstock
Ilustrasi - 1.015 Orang di Lampung Meninggal Dunia Akibat Covid-19 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro akan menambah jumlah tempat tidur untuk menurunkan angka Bed Occopancy Rate (BOR) di sejumlah rumah sakit setempat.

Wali Kota Wahdi mengatakan, Metro masuk Zona Merah karena BOR. Saat ini angka BOR sudah turun sekitar 54 persen. Karenanya, pemerintah akan menambah tempat tidur rumah sakit, meski biayanya besar.

Ia mengaku, banyaknya pasien dari luar yang berobat ke Kota Metro menjadi salah satu penilaian berubahnya status zona menjadi merah. Kondisi ini menyebabkan jumlah tempat tidur yang tersedia semakin sedikit. 

"Sebagian besar dari luar, bukan Metro. Kita melayani masyarakat, tidak tahu darimana. Kepentingan masyarakat lebih utama. Jadi kita tambah BOR-nya. Penambahan kita lakukan pada RSU Ahmad Yani, RS Muhammadiyah dan RS Mardiwaluyo," tukasnya, Senin (21/6).

Ia mengaku, RSU Ahmad Yani akan ditambah 50 persen, RS Mardiwaluyo 50 persen, dan RS Muhammadiyah 100 persen. Diketahui, hingga saat ini jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Metro mencapai 1.276 warga. 

Baca juga: Metro Zona Merah, Pemkot Perketat Aktivitas Masyarakat

Dari jumlah tersebut 1.161 pasien dinyatakan sembuh. Sedangkan angka kematian mencapai 61 orang.

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved