Breaking News:

Wawancara Ekslusif

Disporapar dan IFTA Kerja Sama Promosi Destinasi Wisata Lambar

Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Lampung Barat bekerja sama dengan Indonesian Fighter Tourism Association (IFTA)

Penulis: Nanda Yustizar Ramdani | Editor: soni
dokumentasi
Kadisporapar Lampung Barat di kantornya 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG BARAT - Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Lampung Barat bekerja sama dengan Indonesian Fighter Tourism Association (IFTA) melakukan kunjungan ke Lampung Barat dalam rangka mempromosikan destinasi wisata yang ada di Lampung Barat.

Satu di antara bentuk kerja sama tersebut, yakni mengadakan kegiatan uji trip di sejumlah destinasi wisata yang ada di Lampung Barat selama tiga hari sejak 14 Juni 2021 hingga 16 Juni 2021 yang lalu.

Uji trip tersebut mengangkat tema Kelana Warisan Budaya Leluhur Lampung Barat.

Berikut wawancara eksklusif Tribunlampung.co.id dengan Kadisporapar Lampung Barat Tri Umaryani di kantornya.

Baca juga: Disporapar Lampung Barat Gandeng Kelilinglampung.net Optimalkan Konten Pariwisata

Apa tujuan adanya kegiatan uji trip ini?

Jadi uji trip ini adalah salah satu upaya kita (Disporapar) Lampung Barat untuk mempromosikan destinasi wisata yang ada di Lampung Barat.

Seperti yang kita tahu, saat ini pandemi Covid-19 belum usai, dan salah satu sektor yang paling terdampak adalah pariwisata.

Di pemerintah pusat, Menparekraf Sandiaga Uno sangat berupaya untuk memajukan sektor pariwisata dengan berbagai programnya.

Kita juga di daerah berupaya demikian, salah satunya bekerjasama dengan IFTA.

IFTA merupakan sebuah komunitas yang terdiri dari seluruh penggiat dan pemerhati wisata dari berbagai macam, mulai dari travel, perhotelan, pekerja IT, pemerhati lingkungan, dan sebagainya.

Pada trip ini, IFTA membawa perwakilan dari sembilan provinsi di Indonesia terdiri dari 40 orang peserta.

Sejumlah destinasi wisata yang dipilih untuk uji trip ini di antaranya adalah Kawasan Ekowisata Suoh, Negeri di Atas Awan Bawang Bakung, Kawasan Agrowisata Kopi Sekincau, Kebun Raya Liwa (KRL), Kerajaan Paksi Pak Skala Bekhak Buay Pernong, serta salah satu pelaku ekonomi kreatif kita Ratu Luwak.

Baca selengkapnya di Tribun Lampung edisi 23 Juni 2021

(Tribun Lampung/Nanda Yustizar Ramdani)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved