Breaking News:

Advertorial

Simbol Berantas Narkoba, Kepala BNNP Lampung Dihadiahi Badik Lampung

Sesuatu yang unik telah dilakukan oleh Forum Komunikasi Masyarakat Penggiat Anti Narkoba Provinsi Lampung (FORKOMMAS PANPL)

Editor: soni
dokumentasi
Simbol Berantas Narkoba, Kepala BNNP Lampung Dihadiahi Badik Lampung 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sesuatu yang unik telah dilakukan oleh Forum Komunikasi Masyarakat Penggiat Anti Narkoba Provinsi Lampung (FORKOMMAS PANPL) yang beranggotakan Lembaga dan para Penggiat anti Narkoba di lingkingan BNNP Lampung. Organisasi tersebut antara lain Komnas Perlindungan Anak Bandar Lampung, GPAN, Gannas Annar MUI, GKI, Walubi, PWI, SMSI, Granat, Lampung Tapis Blogger dan Blazerian. Perwakilan para Penggiat ini beraudiensi dan memberikan "Badik" senjata khas Lampung ke Kepala BNNP Lampung Brigjend Pol. Drs. Jafriedi, M. M. pada 1 hari Jum'at tanggal 25 Juni 2021 menjelang Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) kemarin. 

Saat dimintai keterangan oleh Tribun Lampung pada Hari Minggu 27 Juni 2021 melalui What's App Ahmad Apriliandi Passa sebagai inisiator audiensi FORKOMMAS PANPL ke BNNP Lampung mengatakan. "Iya, hari Jum'at yang lalu kami menghadiahi Badik Lampung ke Kepala BNNP Lampung Bapak Jafriedi sebagai simbol dan harapan dari Masyarakat Lampung khususnya para Penggiat Anati Narkoba Lampung untuk BNN Provinsi Lampung untuk meningkatan serta mempercepat Pencegahan dan Pemberantasan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Provinsi Lampung," ujarnya.

Sambungnya lagi, pada audiensi tersebut Kepala BNNP Lampung yang di dampingi Kabid P2M Ahmad Alamsyah sangat mengapresiasi kedatangan penggiat anti narkoba dari masyarakat untuk berdiskusi bahkan Kepala BNNP bagaikan seorang dosen yang sedang memberikan kuliah kepada mahasiswanya. Hampir 2 jam beliau memberikan arahan, petunjuk dan data terbaru hasil survey LIPI di tahun 2020. Data tersebut menyebutkan korban keterlibatan penduduk Lampung yang terpapar narkoba mencapai 3.811  orang dan yang mengikuti program rehabiltasi baru mencapai 1.126 orang, sedangkan kapasitas Loka  Rehabilitasi BNN Kalianda hanya dapat menampung 97 orang dengan lama perawatan 50-120 hari. Jadi dengan kapasitas yang ada di Loka Kalianda butuh hampir 4 tahun lagi untuk dapat merehabilitasi penyalahguna narkoba itu dengan catatan angka tersebut tetap tidak ada penyalahguna narkoba lagi, dan saya pikir hal ini mustahil.

"Melihat beban berat yang diemban oleh BNNP Lampung dengan segala keterbatasan fasilitasnya oleh sebab itu, kami mencoba menghimpun lembaga-lembaga dan penggiat-penggiat yang ada untuk memberikan dukungan moral dan menyatakan siap dilibatkan BNNP Lampung dalam program-programnya. Seperti program Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba) yang telah memasuki gerakan pencanangan pada tanggal 26 Juni 2021, Ada 6 Desa di Lampung yang menjadi lokasi awal sebagai pilot project antara lain Kelurahan Gedong Air - Bandar Lampung, Desa Bumi - Way Kanan, Kelurahan Purwoasri - Kota Metro, Kelurahan Sukamulya Lampung Selatan, Desa Rajabasa Lama I - Lampung Timur dan Desa Sinar Banten - Tanggamus. 

Kami para Penggiat di masing-masing lembaganya akan tetap melaksanakan kegiatan-kegiatan antara lain menjalankan kampanye, sosialisasi bahaya narkoba di tengah masyarakat dan mengajak penggiat anti narkoba yang lebih banyak lagi seperti yang telah dilakukan selama ini. Lainnya lagi ada saran dari Kepala BNNP Lampung untuk melegalkan saja forum ini karena sangat baik dan positif. Saya jawab ke depan kami para Penggiat siap dilibatkan dan sangat dimungkinkan forum ini dilanjutkan untuk dideklarasikan sehingga gerakannya lebih terarah dalam menjalin Komunikasi antar Penggiat maupun BNNP Lampung sendiri sehingga hal ini memungkinkan dapat mempersempit ruangan gerak pemakai dan pengedar narkoba di Provinsi Lampung," berharap Bumi Lampung masyarakatnya dapat berjaya dan bersinar," pungkasnya menutup wawancara.

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved