Breaking News:

Lampung Selatan

Kantor Imigrasi Kelas III Kalianda Temukan Tujuh Tenaga Kerja Asing Tidak Miliki Izin Kerja

Kantor Imigrasi Kelas III Kalianda temukan tujuh orang warga asing yang memiliki masalah dalam surat ijin kerja di perusahaan Fermentech Indonesia.

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri B
Kantor Imigrasi Kelas III Kalianda temukan tujuh orang warga asing yang memiliki masalah dalam surat ijin kerja di perusahaan Fermentech Indonesia yang berada di Desa Gunung Pasir Jaya, Sekampung Udik, Lampung Timur. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Kantor Imigrasi Kelas III Kalianda temukan tujuh orang warga asing yang memiliki masalah dalam surat izin kerja di perusahaan Fermentech Indonesia yang berada di Desa Gunung Pasir Jaya, Sekampung Udik, Lampung Timur, Senin (28/6/2021) kemarin.

Kepala Subseksi Teknologi Informasi, Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Norman Ahmad mengatakan, tim melakukan patroli di perusahaan Fermentech Indonesia.

Hasilya, tim mendapati tujuh orang warga negara asing yang tidak memiliki surat izin kerja di perusahaan tersebut.

"Namun, saat petugas memeriksa ijin tinggal yang dimiliki, serta bukti-bukti atau kelengkapan pendukung untuk melakukan kegiatan di Indonesia tidak ditemui atau terdapat permasalahan," lanjutnya.

Norman mengatakan, tim Imigrasi Kelas III Kalianda sudah berkordinasi dengan pihak perusahaan, supaya kalau mereka masih bingung dengan persyaratan yang harus diurus dapat menghubungi tim Imigrasi.

Baca juga: Peringati HUT Ke-75 Bhayangkara, Polres Tanggamus Kumpulkan 30 Kantong Darah

"Kami sudah berkordinasi kepada pihak perushaan supaya melapor jika ada kendala dalam melengkapi berkas atau dokumen persyaratan lainnya. Kantor Imigrasi Kelas III Kalianda siap membantu," ungkapnya.

"Kami juga akan memberikan pemahaman tentang aturan-aturan ataupun keterangan yang kurang dipahami oleh masyarakat, supaya masyarakat mengerti," lanjutnya.

Menurut Norman, saat ini pemerintah di masa pandemi hanya menertibkan ijin tinggal pada sponsor bisnis.

Pemerintah tidak menerbitkan visa-visa kunjungan ataupun liburan. Itu merupakan bentuk pembatasan.

Tetapi kebijakan sebagai pemegang visa di Indonesia, pemerintah memberikan kebijakan untuk dapat mengajukan ijin tinggal. Walaupun posisinya berada di dalam Indonesia.

"Untuk saat ini kami belum menemukan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan. Karena saat ini warga asing yang masuk ke Indonesia masih dibatasin oleh pemerintah," kata Norman.(Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved