Breaking News:

Lampung Timur

Kasus Baru Covid-19 Meningkat, Pemkab Lamtim Akan Larang Pesta Hajatan

Pemerintah Kabupate Lampung Timur akan melarang kegiatan pesta hajatan untuk sementara waktu.

Penulis: Yogi Wahyudi | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id/Yogi Wahyudi)
Gelar Rapat Perbaharui PPKM, Satgas Covid-19 Lampung Timur Larang Hajatan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TIMUR – Pemerintah Kabupate Lampung Timur akan melarang kegiatan pesta hajatan untuk sementara waktu. Kebijakan tersebut akan diambil, mengingat tingginya kasus penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten tersebut.

Rencana kebijakan ini tertuang dalam rapat Tim Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Lampung Timur guna memperbaharui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Instruksi Bupati Lamtim nomor 360/168/31-SK/V/2021.

Rapat tersebut berlangsung di Aula Sekretariat Serah Kabupaten Lampung Timur, Senin (28/6/2021) kemarin.

Kapolres Lampung Timur, Akbp Zaky Alkazar Nasution mengatakan, masyarakat Lampung Timur masih bebas menyelenggarakan hajatan.

Disisi lain, penyebaran Covid-19 cukup tinggi di Lampung Timur.

Baca juga: Dinkes Tanggamus Tingkatkan Tracing Covid-19, Cegah Penyebaran Lebih Luas

“Beberapa hari ini saya muter-muter di Lampung Timur, sangat disayangkan masyarakat masih bebas melaksanakan hajatan sedangkan penyebaran covid-19 di Lampung Timur cukup tinggi, untuk itu perlu penegasan terkait pelarangan hajatan,” ujarnya.

Dandim 0429/Lampung Timur Letkol Kav M Darwis mengungkapkan, terkait penyebaran tinggi covid-19, kedepannya diharapkan setiap desa kembali menyiapkan rumah isolasi mandiri.

“Saya mengharapkan supaya setiap desa membuat rumah isolasi mandiri, harus ada ketegasan dari tim Gugus Tugas Covid 19 Lamtim tentang larangan hajatan,” tegas M Darwis.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Timur Marsan mengatakan, kegiatan belajar mengajar tatap muka sesuai keputusan bersama empat menteri, akan dilakukan dengan prokes yang ketat.

"Belajar mengajar tatap muka akan dilaksanakan sesuai keputusan bersama 4 menteri. Untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar akan di lakukan dengan protokol kesehatan yang ketat," ujarnya.

"Kedepannya apabila terjadi kluster baru atau zona merah maka kegiatan belajar tatap muka akan diberhentikan," lanjut Marsan.

Sekretaris daerah Kabupaten Lampung Timur, Moch Jusuf yang memimpin rapat mengatakan, semua usulan tim gugus tugas akan disampaikan kepada Bupati Lampung Timur, untuk memperbaharui instruksi bupati sebelumnya.

"Hajatan akan kita larang sementara waktu, semua usulan tim gugus tugas ini akan kita laporkan ke bupati untuk diasukkan dalam instruksi bupati yang baru,” tegas Yusuf. (Tribunlampung.co.id / Yogi Wahyudi)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved