Breaking News:

Tanggamus

Tanggamus Masuk Top 99 Kompetisi Inovasi Daerah untuk Pelayanan Publik

Bupati Tanggamus Dewi Handajani menghadiri presentasi dan wawancara kompetisi inovasi pelayanan publik.

Penulis: Tri Yulianto | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id/Tri Yulianto
Bupati Tanggamus Dewi Handajani memaparkan inovasi Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam pelayanan dasar kesehatan bagi lansia (lanjut usia) dihadapan tim panel kompetisi inovasi pelayanan publik secara daring, Kamis 91/7/2021) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Bupati Tanggamus Dewi Handajani menghadiri presentasi dan wawancara kompetisi inovasi pelayanan publik di lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah/BUMN Tahun 2021 secara virtual di ruang rapat bupati, Kamis (1/7/2021).

Di hadapan Tim Panel Independen Dewi Handajani memaparkan inovasi Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam pelayanan dasar kesehatan bagi lansia (lanjut usia).

"Alhamdulillah, Kabupaten Tanggamus masuk menjadi salah satu nominator Top 99 yang diwakili oleh Puskesmas Siring Betik Kecamatan Wonosobo dengan programnya Senja yang Indah, Sehat, Sejahtera yang Menjadi impian dan Asa di Akhir Hayat," kata Dewi Handajani.

Saat pemaparan, Dewi Handajani didampingi Asisten II Pemkab, Plh Kadis Kesehatan, Bapelitbang Bidang Inovasi, Kepala Puskesmas Siring Betik, Bagian organisasi.

Menurut Dewi, sebetulnya program di Puskesmas Siring Betik merupakan layanan kesehatan yang dikhususkan bagi lanjut usia  yaitu berupa layanan Home Care.

Baca juga: MKKS SMP se Bandar Lampung Minta Tim Verifikator Mengecek dengan Benar Data Peserta PPDB

"Kita menjemput bola, petugas kesehatan yang mendatangi lansia, jadi mereka kita perhatikan kesehatannya, juga kita perhatikan kasih sayang.”

“Mudah-mudahan dengan program ini para lansia kita akan semakin sehat, usia harapan hidup semakin panjang, dan saya berharap program ini  akan dapat dilaksanakan secara optimal oleh puskesmas yang lain di Kabupaten Tanggamus," ujar Dewi.

Inovasi layanan publik tersebut merupakan program 55 aksi Bupati Tanggamus yang dioptimalkan pelaksanaannya di Puskesmas Siring Betik.

Dirinya menambahkan, tidak menutup kemungkinan program ini diadopsi oleh daerah lain, bahkan negara lain,  dimana petugas kesehatan yang mendatangi lansia. 

Adapun tim panel independen beranggotakan beberapa akademisi dari beberapa perguruan tinggi dan juga peneliti.

Seperti Guru Besar UNPAD JB Kristiadi, Guru Besar FISIP UI Eko Prasojo, Peneliti senior Pusat Penelitian Politik-LIPI Siti Zuhro, mantan wakil ketua KPK Erry Hardjapamekas serta beberapa akademisi dan peneliti lainnya.(Tribunlampung.co.id/Tri Yulianto)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved