Breaking News:

Lampung Utara

Kasus Covid-19 Tinggi Sepekan Terakhir, Permintaan Tabung Oksigen Meningkat di Lampung Utara

Tingginya angka kasus baru Covid-19 di Kabupaten Lampung Utara dalam beberapa hari terakhir, berimbas pada meningkatnya permintaan tabung oksigen.

Penulis: anung bayuardi | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id/Anung Bayuardi
Permintaan oksigen dalam tabung meningkat di Kotabumi Lampung Utara dalam sepekan terakhir. Seperti terpantau apotek Nahasida Kotabumi yang menjual oksigen dalam tabung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA – Tingginya angka kasus baru Covid-19 di Kabupaten Lampung Utara dalam beberapa hari terakhir, berimbas pada meningkatnya permintaan oksigen dalam tabung untuk pasien.

Sejumlah apotek di Kotabumi pun mengaku kewalahan untuk memenuhi permintaan tabung oksigen yang meningkat.

Seperti dikatakan oleh Intan, petugas di apotek Nahasida. Setiap harinya, kata dia, ada 20 hingga 30 lebih warga yang menanyakan tabung oksigen. Belum lagi, ada juga warga yang menanyakan lewat telpon.

"Memang ada peningkatan permintaan oksigen. Kalau pas ada kita layani, tapi kalau sudah habis, kita coba arahkan ke apotek lain yang mungkin masih ada stok," katanya, Rabu 7 Juli 2021.

Intan mengaku, permintaan oksigen di apotek yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Kotabumi ini, biasanya setiap hari sekira 30 tabung. Tapi dalam sepekan terakhir melonjak naik hingga bisa 100 tabung.

Baca juga: Tim Penyekatan Temukan 5 Penumpang Travel Positif Covid di Perbatasan Sukarame Lampung

Menurutnya, di apotek tempatnya bekerja warga dapat menyewa tabung isi dengan ukuran besar sebesar Rp 1.600.000 per tabung. Sedangkan yang ukuran kecil Rp 600.000 per tabung.

Jika ingin membeli, pihaknya hanya ada persediaan untuk tabung kecil saja, harganya Rp 630.000 per tabung.

“Kalau yang besar kita juga masih sewa tabungnya, jadi belum bisa melayani penjualannya,” ujarnya.

Intan pun mengatakan, untuk pasokan oksigen pun kini menipis. Karena meningkatnya permintaan dari warga.

“Kalau di tempat saya, bukan saja warga Lampura. Ada juga dari Kabupaten Way Kanan, Tulang Bawang juga pernah kemari,” kata dia.( Tribunlampung.co.id / Anung Bayuardi

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved