Breaking News:

Pringsewu

Sekretaris Komisi II DPRD Pringsewu Lampung Anton Subagiyo Sarankan Buat Sayembara Menangkap Tikus

Komisi II DPRD Pringsewu menyarankan kepada pemerintah kabupaten setempat melalui Dinas Pertanian membuat sayembara menangkap tikus.

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id / R Didik Budawan C
Serangan hama tikus di Pringsewu mendapatkan perhatian anggota Komisi II DPRD Pringsewu. Sekretaris Komisi II DPRD Pringsewu Anton Subagiyo sarankan bikin sayembara menangkap tikus. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU – Komisi II DPRD Pringsewu menyarankan kepada pemerintah kabupaten setempat melalui Dinas Pertanian membuat sayembara menangkap tikus.

Serangan hama tikus membuat petani di Kabupaten Pringsewu kewalahan. Masifnya serangan hama hewan pengerat tersebut, membuat petani terancam gagal panen.

Komisi II DPRD Pringsewu yang membidangi sektor pertanian pun telah meninjau langsung kondisi tanaman padi di Pekon Bulukrejo Kecamatan Gadingrejo yang terserang hama tikus.

Sekretaris Komisi II DPRD Pringsewu Anton Subagiyo mengatakan dirinya prihatin dengan serangan hama tikus yang marah saat ini.

Dirinya berharap, kejadian serangan hama ini tidak lagi terulang kembali.

Ia pun menyarankan, supaya para petani lebih termotivasi menangkap tikus. Pemerintah bisa menggunakan anggaran tak terduga untuk memberikan stimulus.

Baca juga: Beraksi Depan SPBU Terminal Menggala Lampung, Tersangka Curas Ditangkap Polisi

Contohnya dengan memberikan hadiah kepada petani yang berhasil menangkap tikus Rp 1.000 perekor.

“Istilahnya disayembarakan supaya petani lebih semangat lagi menangkap tikus,” ujarnya, Rabu, 7 Juli 2021.

Nantinya, lanjut Anton, tikus yang berhasil ditangkap oleh petani diserahkan ke Dinas Pertanian melalui penyuluh lapangan.

Ketika ada yang mendapatkan 100 ekor tikus, maka petani tersebut akan mendapatkan imbalan Rp 100 ribu.

Hal itu, lanjutnya, akan dapat memberikan motivasi kepada petani. Juga bisa memberikan tambahan penghasilan di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Sementara itu anggota Komisi II DPRD Pringsewu Rahwoyo mengungkapkan, serangan hama tikus tidak hanya di lahan tanaman padi saja.

Sebelumnya, serangan hama hewan pengerat tersebut menyerang tanaman jagung. Tapi, karena masa tanam jagung selesai, hama tikus menyasar tanaman padi.

Dirinya berharap petani dapat mengupayakan penanggulanan secara mandiri, seperti melakukan gropyokan dengan sistem gotong royong.

Rahwoyo menambahkan, bila kegiatan itu buat kepentingan petani sendiri. Sehingga ia lebih menyarankan supaya petani swadaya. ( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik Budiawan Cahyono )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved