Breaking News:

ADVERTORIAL

Fraksi PKS DPRD Bandar Lampung Gelar FGD Tentang Pendidikan Berkualitas di Masa Pandemi

Fraksi PKS DPRD Bandar Lampung menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema "Pendidikan Berkualitas di Masa Pandemi, Mungkinkah.?"

Editor: Dedi Sutomo
Dokumen PKS Balam
Fraksi PKS di DPRD Bandar Lampung gelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Pendidikan Berkualitas di Masa Pandemi, Mungkinkah?". 

"Kita akui masih banya kekurangannya, tapi ini kita jadikan motivasi untuk terus memperbaiki kekurangan ini. Kami terus memotivasi para guru untuk tetap bertanggungjawab memberikab pendidikan yang terbaik bagi anak-anak," kata Eka.

Sementara itu, akademisi Unila Abdurrahman memberikan beberapa masukan agar pendidikan tetap berkualitas di masa pandemi ini. Pendapat ini didasarkan dari hasil riset yang dilakukan Abdurrahman tentang pembelajaran di masa pandemi.

Pertama, adalah bagaimana agar masalah jaringan internet dan kemampuan orangtua menyiapkan kuota ditutupi dengan kemampuan sekolah mempersiapkan alternatif pembelajaran.

Kemampuan sekolah mempersiapkan alternatif pembelajaran tergantung dari kemampuan kepala sekolah.

Abdurrahman melihat kepala sekolah kebanyakan hanya sebagai manajemen leader bukan akademik leader.

Padahal kemampuan akademik leader dibutuhkan untuk memberi contoh pada para guru bagaimana memberikan variasi metode belajar agar murid tidak merasa bosan. Mengembangkan kemampuan pembelajaran secara online.

Berikutnya, adalah bagaimana meningkatkan kemampuan literasi digital orangtua. Kemampuan ini penting agar ada sinergi antara orangtua, siswa dan guru.

"Literasi digital ini bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tapi juga menjadi tugas parpol, anggota dewan bahkan lsm melakukan pencerdasan literasi digital," ujar Abdurrahman.

Terakhir, Abdurrahman mengusulkan agar asesmen terhadap siswa bervariasi. Siswa bukan hanya diberikan tugas untuk mengerjakan soal-soal yang membuat siswa stress.

Tapi asesment bisa berupa pemberian tugas atau project yang berkaitan dengan mata pelajaran terkait.

"Misal, dalam pelajaran olahraga, siswa diminta menonton pertandingan sepakbola ditelevisi kemudian memberikan analisisnya terhadap pertandingan tersebut.”

“Atau siswa diberi tugas bertani secara hidroponik. Jika tugas yang diberikan bervariasi maka siswa tidak akan merasa bosan, dan akan senang menjalani pembelajaran seperti itu," kata Abdurrahman.( Adv Ol )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved