Breaking News:

PPKM Darurat

PPKM Darurat, Mulai Besok Penumpang Kapal Wajib Tunjukkan Surat Pekerja

PT ASDP Ferry Indonesia (Persero) mewajibkan pelaku perjalanan atau penumpang kapal untuk membawa surat tanda registrasi pekerja.

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung / Dominius Desmantri Barus
Pemeriksaan suhu tubuh penumpang kapal. Mulai Senin (12/7/2021) besok, penumpang kapal wajib membawa surat tanda registrasi pekerja. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Mulai Senin (12/7/2021) besok, PT ASDP Ferry Indonesia (Persero) mewajibkan pelaku perjalanan atau penumpang kapal untuk membawa surat tanda registrasi pekerja.

Hal itu berkenaan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Bandar Lampung pada 12-20 Juli 2021.

Surat tanda registrasi pekerja tercantum dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan No 49 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas SE Menteri Perhubungan No 43 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Covid-19 yang telah disesuaikan dan akan berlaku mulai Senin (12/7/2021).

Humas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Saifulahil Maslul Harahap mengatakan, dalam SE Menteri Perhubungan No 49 Tahun 2021 terdapat penambahan aturan syarat perjalanan dengan kapal feri dalam wilayah aglomerasi perkotaan.

Baca juga: PPKM di Lampung Selatan, Polisi Akan Tindak Tegas Warga yang Melanggar

Perjalanan angkutan penyeberangan pun hanya berlaku untuk sektor esensial dan kritikal.

Mulai Senin (12/7/2021) besok, penumpang kapal wajib membawa surat tanda registrasi pekerja.
Mulai Senin (12/7/2021) besok, penumpang kapal wajib membawa surat tanda registrasi pekerja. (Tribunlampung / Dominius Desmantri Barus)

"Pengguna jasa wajib lampirkan surat tanda registrasi pekerja atau suket yang dikeluarkan pemda setempat atau surat tugas yang ditandatangani pimpinan perusahaan minimal eselon II dan berstempel atau cap basah atau tanda tangan elektronik," kata Syaiful, Minggu (11/7/2021).

"Lalu syarat lainnya yakni memiliki kartu vaksin minimal dosis pertama, hasil negatif swab PCR 2 x 24 jam atau antigen 1 x 24 jam, dan mengisi e-HAC Indonesia," sambungnya.

Syaiful menerangkan, khusus untuk pengemudi dan pembantu pengemudi kendaraan logistik tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin pertama.

"Pengemudi dan pembantu pengemudi wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan," sebut Syaiful.

Baca juga: Universitas Lampung Berlakukan PPKM, Dosen Diminta Tak Persulit Mahasiswa

Pengemudi dapat juga menunjukkan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved