Breaking News:

Kasus Asusila di Pringsewu

Oknum Guru Ponpes di Pringsewu Lampung Terancam 15 Tahun Penjara

Oknum pendidik di salah satu pondok pesantren (ponpes) Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, SF (35) terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: soni
Tribunlampung / Robertus Didik
SF (35), oknum guru pondok pesantren di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, mengaku melakukan perbuatan asusila terhadap empat santriwati. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Oknum pendidik di salah satu pondok pesantren (ponpes) Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, SF (35) terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Ancaman hukuman tersebut karena perbuatan asusila SF merudapaksa empat santriwati.

Kepala Polsek Pagelaran AKP Safri Lubis mengungkapkan, SF kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan mendekam di sel tahanan Mapolsek Pagelaran.

SF pun harus berbagi ruang sempit dengan tahanan lainnya di Mapolsek Pagelaran.

Safri mengungkapkan, pihaknya menjerat SF dengan pasal 76d jo pasal 81 atau pasal 76e jo pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," tegas Safri mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, Senin, 12 Juli 2021.

Marah dan Rayu Korban

Modus oknum guru pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu melancarkan tindak asusila terhadap santriwatinya dengan menakut-nakuti korban.

Kepala Polsek Pagelaran AKP Safri Lubis mengungkapkan, pelaku berinisial SF (35) memperdaya korban salah satunya dengan memarahi korban.

Alasan pelaku memarahi korban karena pada saat diantar ke pondok, orangtua korban tidak menemui pimpinan pondok.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved