Breaking News:

Kasus Asusila di Pringsewu

Oknum Guru Ponpes Rudapaksa Santriwati di Kelas dan Pondok

Oknum pendidik di satu pondok pesantren (ponpes) Kecamatan Pagelaran, SF (35) melakukan tindak asusila dalam rentang 6 bulan

tribun lampung/R didik Budiawan
Berbuat Asusila, Oknum Guru Ponpes di Pringsewu Lampung Dibekuk 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Oknum pendidik di satu pondok pesantren (ponpes) Kecamatan Pagelaran, SF (35) melakukan tindak asusila terhadap empat santriwati dalam kurun waktu enam bulan.

Kepala Polsek Pagelaran AKP Safri Lubis mengungkapkan, perbuatan pelaku SF ini dalam kurun waktu Januari hingga Juni 2021.

"Mirisnya lagi, perbuatan asusila ini dilakukan di beberapa lokasi yang ada di dalam lingkungan pondok pesantren," ujar Safri, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, Senin, 12 Juli 2021.

Ditambahkan Safri, ada tiga TKP (tempat kejadian perkara) yang digunakan pelaku SF. Yakni di ruang kelas, di pondok santri dan di rumah pelaku yang ada di dalam area ponpes.

Diringkus Tengah Malam

Oknum pendidik di salah satu pondok pesantren (ponpes) di wilayah Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu diduga melakukan tindak asusila kepada empat anak didiknya.

Pelaku berinisial SF (35), kini diamankan petugas Polsek Pagelaran, Polres Pringsewu. Adapun keempat korban santriwati berinisial RU (15), UN (14), RH (14) dan JD (15).

Kapolsek Pagelaran AKP Safri Lubis membenarkan penangkapan pelaku tindak asusila dari salah satu ponpes di Kecamatan Pagelaran.

Baca juga: Pelatih Kuda Kepang di Pringsewu Juga Rudapaksa Wanita Usia 21 Tahun

Menurut Safri, pelaku SF diamankan Kamis, 8 Juli 2021 tengah malam kemarin. 

"Kami amankan  seorang oknum guru tersebut dari salah satu ponpes, lantaran telah melakukan tindak asusila terhadap empat muridnya," ujar Safri mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, Senin, 12 Juli 2021.

Terungkapnya perilaku bejat oknum guru ponpes ini bermula dari salah satu korban, RU yang sudah tidak sanggup lagi memendam rasa takut akibat perbuatan pelaku.

RU lantas mengadu kepada orangtuanya, sehingga orangtua RU melapor ke polisi.
Safri menceritakan, setelah penyelidikan, selain RU  pelaku juga telah melakukan perbuatan serupa terhadap tiga santriwati lainnya. Yakni UN (14), RH (14) dan JD (15).

Setelah tertangkap, dalam proses pemeriksaan pelaku mengakui semua perbuatanya. Pelaku DF berdalih perbuatan bejatnya tersebut dilakukannya karena khilaf. (Tribunlampung.co.id / R Didik Budiawan)
 

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved