Breaking News:

PPKM Darurat di Bandar Lampung

PPKM Darurat di Bandar Lampung, Rahmat Mirzani Minta Aparat Bersikap Humanis

Komisi V DPRD Lampung meminta aparat bersikap humanis saat bertugas melakukan penertiban di masa PPKM Darurat.

Tribunlampung / Kiki Adipratama
Sekretaris Komisi V DPRD Lampung Rahmat Mirzani Djausal meminta aparat menjaga sopan santun saat penerapan PPKM Darurat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Komisi V DPRD Lampung meminta aparat bersikap humanis saat bertugas melakukan penertiban di masa PPKM Darurat.

Sekretaris Komisi V DPRD Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, aparat harus menjaga sopan santun dan tidak berperilaku kasar.

“Aturan PPKM sudah mulai berlaku hari ini di Bandar Lampung. Kami berharap kepada aparat yang bertugas, tolong untuk berlaku humanis, tetap menjaga sopan santun dan jangan berlaku kasar dalam menertibkan masyarakat,” kata Rahmat Mirzani Djausal dalam siaran pers yang diterima Tribunlampung.co.id, Selasa (13/7/2021).

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lampung ini menuturkan sikap humanis yang ditunjukkan aparat sangat penting untuk dijaga dan diterapkan dalam penertiban PPKM Darurat agar tidak melukai hati rakyat.

“Karena kasihan masyarakat kecil, terutama pedagang. Sudah hilang pendapatan, dan jangan sampai kita juga buat hatinya tambah susah,” ujar Mirza.

Baca juga: Hari Kedua PPKM Darurat di Bandar Lampung, Banyak Pengendara Langgar Penyekatan

Untuk diketahui, Kota Bandar Lampung merupakan salah satu wilayah dari 15 daerah yang ditetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 12-20 Juli 2021.

Sejumlah aturan dan ketentuan telah ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai acuan dalam pelaksanaan PPKM Darurat di 15 daerah tersebut.

Aturan tersebut, di antaranya, kegiatan makan/minum di tempat umum hanya diperbolehkan menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat (dine-in).

Kemudian, kegiatan pada pusat perbelanjaan, mal, atau pusat perdagangan ditutup sementara, kecuali akses untuk restoran, supermarket, dan pasar swalayan dapat diperbolehkan dengan memperhatikan ketentuan jam operasional sampai pukul 20.00 WIB dan kapasitas pengunjung 50 persen.

( Tribunlampung.co.id / Kiki Adipratama )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved