Berita Luar Negeri

65 Orang Tewas Akibat Badai Petir yang Terjadi di India

Bencana alam sambaran petir akibat badai petir yang menyebabkan 65 orang tewas di India Utara.

Tayang:
Penulis: Putri Salamah | Editor: Dedi Sutomo
Pixabay.com
Ilustrasi. 65 Orang Tewas Akibat Badai Petir yang Terjadi di India. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Bencana alam sambaran petir dan badai petir di negara bagian Rajasthan dan Uttar Pradesh di India Utara menyebabkan sedikitnya 65 orang tewas pada Minggu (11/7/2021) lalu.

Menurut pihak berwenang, 23 orang tewas setelah petir menyambar Benteng Amer di kota Jaipur di Rajasthan.

Benteng Amer adalah tempat wisata populer di pinggiran kota, menurut pejabat senior manajemen bencana di Jaipur, Shankar Lal Saini.

Imbas kejadian itu, dikatakan Saini, membuat tembok menara runtu dan banyak orang terkubur di bawahnya.

“Ada menara di sana. Ketika petir menyambar, tembok menara runtuh, banyak ornag terkubur di bawahnya. Karena banteng berada di atas bukit, ketika puing-puing jatuh dan ruang berkurang, beberapa orang juga jatuh ke parit,” kata Saini kepada CNN.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (11/7/2021) pukul 18.30 waktu setempat.

Baca juga: Duta Besar India Apresiasi Bantuan Tabung Oksigen dari Indonesia

Saini menambahakan, operasi penyelamatan itu berlangsung hingga pukul 7 pagi wakru setempat.

Mayat yang berhadil ditemukan di antaranya adalah wanita dan anak-anak.

Para korban dinyatakan meninggal setelah tiba di Rumah Sakit Sawai Man Singh di kota itu.

Salah satu korban yang selamat dalam kejadian itu mengaku, sekujurnya tubuhnya merasakan sakit setelah kejadian badai petir.

“Saya merasakan sakit di sekujur tubuh saya karena batu dan sarang lebah madu menimpa saya,” kata Izhar Ali (22 tahun) yang tengah dirawat di rumah sakit di Jaipur, Selasa (13/7/2021).

Saat itu, Ali menceritakan, ia pergi bersama adik laki-lakinya, sepupu, dan beberapa temannya ke Benteng Amer.

Mereka memanjat menara pengawas untuk mengambul foto.

Tetapi, saat itu angin dan hujan begitu kuat sehingga mereka memutuskan untuk duduk dan menunggu.

“Saya memegang ponsel saya dan saya ingat melihat waktu, saat itu pukul 19.04 ketika petir menyambar,” ujar Izhar.

Saudaranya terpeleset dan hampir terjatuh dari menara, saat kelompok itu menariknya ke tempat aman salah satu teman Ali tersambar petir kemudian meninggal.

Saat hujan reda, Ali bersama kelompoknya membawa jenazah temannya menuruni menara.

“Ada orang tergeletak mati di sekitar kami,” kata Ali.

Menurutnya, sekitar 11 orang lainnya berhasil diselamatkan dan dalam kondisi stabil.

Pengunjung yang berada di benteng tersebut adalah penduduk lokal dan turis.

“Karena daerahnya berbukit dan banyak pohon, tim penyelamat terus mencari sampai pagi untuk berjaga-jaga jika ada yang tertinggal tetapi sekarang semua orang telah dihitung,” kata Saini.

Mneurut Menteri Kepala Ashok Gehlot, beberapa orang juga tewas akibat sambaran petir di bagian lain Rajasthan.

Dia meminta para pejabat untuk memberikan bantuan kepada keluarga korban dalam sebuah tweet pada Minggu (11/7/2021).

Pada Senin (12/7/2021), Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan belasungkawanya di Twitter.

Dia mengumumkan pemerintah India akan memberikan 2.680 dollar AS atau Rp 38,7 juta sebagai kompensasi kepada keluarga korban.

Tak hanya yang tewas, korban yang selamat tapi terluka juga akan diberikan kompensasi sebesar 670 dollar AS atau Rp 9,6 juta.

Diketahui, kematian akibat sambaran petir di India kerap terjadi dan kawasan Asia Selatan pada Mei dan Juni setiap tahun.

Menurut Biro Catatan Kejahatan Nasional India, pada 2017 ada 2.885 kematian yang disebabkan oleh petir, dan 2.375 kematian pada 2018.

Sedangkan pada Juni 2020, setidaknya 107 orang tewas akibat sambaran petir di negara bagian Uttar Pradesh dan Binhar hanya dalam dua hari. ( Tribunlampung.co.id / Putri Salamah )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved