PPKM Mikro di Metro

PPKM Mikro di Metro, Satgas Covid-19 Penyekatan Kendaraan di 12 Titik

Satgas Covid-19 Kota Metro memberlakukan penyekatan dan pemeriksaan (check point) di sejumlah jalur perbatasan atau akses masuk ke Bumi Sai Wawai.

Tribunlampung.co.id / Indra Simanjuntak
Satgas Covid-19 Kota Metro melakukan penyekatan kendaraan di Jalan Ki Hajar Dewantara, Rabu (14/7/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Satgas Covid-19 Kota Metro memberlakukan penyekatan dan pemeriksaan (check point) di sejumlah jalur perbatasan atau akses masuk ke Bumi Sai Wawai.

Kabag Ops Polres Metro Komisaris Zulkifli mengatakan, ada 12 titik jalur yang disekat dan dilakukan pemeriksaan.

Tujuh titik berada di wilayah Metro Pusat, tiga titik di Metro Timur, dan dua titik di Kecamatan Metro Utara.

"Penyekatan dan pemeriksaan ini dalam rangka pemberlakuan PPKM Mikro Diperketat di Kota Metro. Jadi ada yang betul-betul kita tutup, dan ada yang kita cuma lakukan pemeriksaan pengendara yang mau masuk ke sini," bebernya, Rabu (14/7/2021).

Baca juga: Daftar Nikah saat PPKM Darurat Apakah Diperbolehkan? Berikut Penjelasannya

Dijelaskannya, syarat pengendara atau masyarakat yang ingin masuk ke Kota Metro seperti tertuang dalam aturan PPKM mikro diperketat.

Di antaranya dengan menunjukkan surat keterangan vaksin (minimal dosis pertama) dan surat tugas.

Pasalnya, terus Zulkifli, hanya beberapa sektor yang diizinkan beraktivitas 100 persen, seperti kesehatan dan esensial.

Sedangkan warga Metro cukup menunjukkan identitas kependudukan atau e-KTP.

Dari pantauan Tribunlampung.co.id di Jalan Ki Hajar Dewantara yang menjadi perbatasan Iringmulyo, Metro dan Batanghari, Lampung Timur, sejumlah pengendara yang tidak bisa menunjukkan surat keterangan diminta putar balik.

Baca juga: Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno: Penerapan PPKM Darurat di Bandar Lampung Sudah Tepat

"Iya, saya mau ke Metro. Ini di dekat kampus. Mau tempat saudara. Lagi ada keperluan. Cuma disuruh putar," ungkap Dina, warga Lampung Timur.

“Memang saya enggak ada surat sih. Ya kalau di sini ditutup, ya mau enggak mau cari jalan lain,” sambungnya.

Untuk diketahui, Kota Metro melaksanakan PPKM Mikro Diperketat hingga 20 Juli 2021.

Hal itu sesuai Instruksi Wali Kota Metro Nomor 12/INS/LL-01/2021.

Tempat kerja atau perkantoran diberlakukan work from home (WFH) 75 persen dan sisanya work from office (WFO).

Sektor esensial seperti pasar, toko, swalayan, dan supermarket dapat beroperasi 100 persen.

( Tribunlampung.co.id / Indra Simanjuntak )

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved