Breaking News:

Pesawaran

Zona Merah Covid-19, Pemkab Pesawaran Lampung Terapkan PPKM Darurat Mikro

Kabupate Pesawaran masuk zona merah untuk pandemi Covid-19. Pemeritah daerah setempat menerapkan PPKM Darurat Mikro

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Dedi Sutomo
Dokumentasi
Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran Kusuma Dewangsa. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PESAWARAN – Kabupate Pesawaran masuk zona merah untuk pandemi Covid-19. Pemeritah daerah setempat menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Mikro.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran Kusuma Dewangsa mengatakan, PPKM Darurat Mikro ini diterapkan pada daerah-daerah zona merah, seperti desa.

"Akan kita tegakkan lebih ketat lagi," ujar Kusuma, Kamis, 14 Juli 2021.

Dikatakan oleh Kusuma, Pemerintah Kabupaten Pesawaran telah membuat edaran bersama antara Forkopimda Bumi Andan Jejama.

Edaran tersebut mengenai pengetatan dan pembatasan kegiatan sosial kemasyarakatan guna percepatan penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Pesawaran.

Baca juga: Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana Melakukan Sidak ke Pasar Bawah Ramayana

Edaran itu mempertimbangkan soal perkembangan Covid-19 yang semakin meluas.  Demi terwujudnya perlindungan keselamatan kesehatan masyarakat.

Diantaranya mengatur kegiatan hajatan, supaya tidak menyediakan tempat duduk bagi tamu, dan tidak menyediakan makanan prasmanan.

Namun, menyediakan nasi kotak dan dibawa pulang. Tuan rumah wajib menyediakan sarana protokol kesehatan. 

Jumlah anggota keluarga yang hadir dibatasi maksimal 10 orang. Baik itu dari pihak pria maupun perempuan. Termasuk petugas pencatat pernikahan.

Seluruh orang yang terlibat dalam acara wajib memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Pelaksanaan kegiatan pun harus sudah berakhir pukul 17.00 WIB.

Kegiatan hajatan, tidak boleh menggunakan hiburan dalam bentuk apa pun.  Bagi calon mempelai dan keluarga yang datang dari daerah zona merah wajib membawa surat hasil rapid antigen/swab dengan hasil negatif.

Kegiatan hajatan itu pun bisa dilaksanakan setelah mendapat izin keramaian dari institusi terkait. Serta rekomendasi dari Satgas Covid-19 Kabupaten Pesawaran.

Kegiatan ini akan diawasi Satgas Desa dan kecamatan supaya memastikan ketentuan tersebut dilaksanakan selama proses hajatan.

"Setiap orang atau penyelenggara kegiatan dapat dikenakan sanksi, apa bila melakukan pelanggaran atas pengendalian wabah penyakit menular, dan atau penerapan protokol Covid-19 sebagaimana diatur dalam ketentuan," ujar Kesuma. ( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik Budiawan Cahyono )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved