Breaking News:

Lampung Selatan

Video Viral Dugaan Pungli di Pelabuhan Bakauheni, Bayar 100 Ribu Bebas dari Rapid Antigen

Viral video di Instagram dengan nama akun kamerapengawas yang memperlihatkan aksi pungutan liar (pungli) yang diduga terjadi di Pelabuhan Bakauheni.

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Dedi Sutomo
Video Viral Dugaan Pungli di Pelabuhan Bakauheni, Bayar 100 Ribu Bebas dari Rapid Antigen
Tribunlampung.co.id / Dominius D Barus
Screenshot video virat di Instagram dengan nama akun kamerapengawas yang memperlihatkan aksi pungutan liar (pungli) yang diduga terjadi di Pelabuhan Bakauheni.

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN – Viral video di Instagram dengan nama akun kamerapengawas yang memperlihatkan aksi pungutan liar (pungli) yang diduga terjadi di Pelabuhan Bakauheni pada Kamis (15/7/2021) kemarin.

Video berdurasi 27 detik itu memperlihatkan seorang pria yang memakai kaos biru meminta uang sejumlah Rp 100 ribu kepada penumpang yang tidak memiliki surat keterangan rapid tes antigen.

Wanita yang merekam video tersebut sempat bertanya kepada pria yang melakukan pungli tersebut.

"Om berapa harganya," kata wanita di dalam video tersebut.

“Bayar Rp 100 ribu, jadi nggak perlu rapid antigen lagi,” jawab sang pria.

Baca juga: PPKM Darurat, 32 Kendaraan Diputar Balik di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan

Lalu sang wanita itu kembali bertanya untuk memastikan praktik pungli tersebut.

“Jadi kalau sudah bayar Rp 100 ribu, nggak perlu rapid tes lagi ya?, buat uang rokok ini ya?,” tanya wanita itu.

"Biasalah," jawab pria itu.

Penerapan PPKM Darurat di pulau Jawa menjadikan setiap orang yang hendek menyeberang melalui pelabuhan Bakauheni wajib mematuhi syarat perjalanan sesuai SE Menteri Perhubungan No 43 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Covid-19.

Syarat bagi pengguna jalan, baik moda transportasi maupun pejalan kaki yang hendak menyebrang di Pelabuhan Bakauheni wajib membawa kartu vaksin minimal dosis pertama.

Selain itu, pengguna jalan juga wajib membawa hasil swab atau PCR 2 x 24 jam atau antigen 1 x 24 jam yang menunjukkan non-reaktif serta mengisi e-HAC Indonesia.

Terkecuali pengemudi dan pembantu pengemudi angkutan logistik tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin, tetapi wajib tunjukkan surat keterangan hasil tes rapid antigen atau RT-PCR dengan hasil non-reaktif (negatif). ( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved