Breaking News:

Lampung Selatan

Video Viral Pungli di Pelabuhan Bakauheni, Oknum PNS BPBD Lampung Selatan Diringkus

Polres Lampung Selatan meringkus dua pelaku pungutan liar yang diduga terjadi di Pelabuhan Bakauheni.

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Daniel Tri Hardanto
Dok Humas Polres Lampung Selatan
Polres Lampung Selatan menghadirkan dua pelaku pungli yang diduga terjadi di Pelabuhan Bakauheni, Jumat (16/7/2021). Salah satu pelaku adalah oknum personel BPBD Lampung Selatan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Polres Lampung Selatan meringkus dua pelaku pungutan liar (pungli) yang diduga terjadi di Pelabuhan Bakauheni.

Mirisnya, salah satu pelaku adalah oknum personel BPBD Lampung Selatan.

Peristiwa yang viral di medsos itu langsung diselidiki polisi.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin mengatakan, pihaknya telah mengamankan dua pelaku yang ada dalam video viral tersebut.

Baca juga: Viral Video Pungli Pakai Plastik Kresek di Pelabuhan Tanjung Priok

"Tim kami langsung bergerak cepat menyelidiki oknum di balik video viral yang meminta sejumlah uang kepada pemumpang yang tidak memiliki surat rapid test antigen yang diduga dilakukan di Pelabuhan Bakauheni," kata Edwin, Jumat (16/7/2021).

Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin menunjukkan barang bukti kasus pungli, Jumat (16/7/2021).
Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin menunjukkan barang bukti kasus pungli, Jumat (16/7/2021). (Dok Humas Polres Lampung Selatan)

Edwin menjelaskan, selain pelaku, Polres Lampung Selatan juga mengamankan barang bukti.

"Kedua pelaku berinisial A dan B yang merupakan oknum PNS dari kantor BPBD Kabupaten Lampung Selatan dan pengurus penyeberangan di wilayah Pelabuhan Bakauheni," sebut Edwin.

Edwin mengatakan, modus pelaku yakni memintai uang sejumlah Rp 100 ribu kepada penumpang yang tidak memiliki surat rapid test antingen.

Tujuannya agar penumpang tidak perlu rapid test antigen lagi.

Baca juga: Polres Serdang Bedagai Ciduk 23 Pelaku Premanisme dan Pungli

"Selain pelaku, kami juga mengamankan barang bukti uang sisa pungli sekitar Rp 410 ribu," ujar Edwin.

"Pelaku A memang ditugaskan untuk mengamankan kegiatan penyekatan dari kantor. Tapi, tidak untuk ditugaskan melakukan pugutan apa pun. Kedua pelaku terancam hukuman kurungan sembilan tahun penjara," sambungnya.

Edwin menegaskan, praktik pungli tersebut tidak melibatkan jajaran di institusinya.

"Tidak ada dari jajaran Polres Lampung Selatan yang terlibat dalam kasus pungli tersebut. Kami sudah berkomitmen untuk mengawal dan mengawasi pelaksanaan PPKM Darurat dengan tulus ikhlas," tutupnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved