Apa Itu

Apa Itu Frasa dan Jenis-jenis Frasa

Simak, penjelasan apa itu frasa serta jenis frasa. Menurut KBBI, frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif.

Penulis: Reni Ravita | Editor: Ridwan Hardiansyah
Pixabay/Tumisu
Ilustrasi. Pengertian apa itu frasa dan jenis-jenis frasa. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Penjelasan apa itu frasa serta jenis frasa dapat dibaca dalam artikel ini.

Frasa berkaitan dengan sifat sebagai gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis (subyek, obyek, keterangan dan pelengkap) dalam sebuah kalimat.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif (misalnya gunung tinggi disebut frasa karena merupakan konstruksi nonpredikatif).

Frasa tak bisa dipisahkan dalam sebuah kalimat karena dapat mengubah makna yang dimaksud.

1. Jenis-jenis frasa

Mengutip dari buku Pintar Pidato: Kiat menjadi Orator Hebat (2020) karya Arif Yosodipuro, frasa berdasarkan jenis katanya bisa dibagi menjadi lima jenis, yaitu:

Frasa nomina

Merupakan frasa yang terbentuk dari penggabungan kata benda dan dapat juga digunakan sebagai pengganti kata benda.

Baca juga: Apa Itu Perkecambahan

Contohnya: ‘Jinnie mendapat hadiah ulang tahun berupa jam tangan mewah’. Kata ‘jam tangan’ merujuk pada frasa kata benda.

Frasa verbal

Merupakan frasa yang terbentuk dari penggabungan kata kerja dan dapat juga dipakai sebagai pengganti kata kerja.

Contohnya: ‘Tata pergi ke pasar untuk membeli sayur dan buah’.

Kata ‘pergi ke pasar’ merujuk pada frasa kata kerja.

Frasa adjektiva

Merupakan frasa yang terbentuk dari penggabungan kata sifat dan dapat digunakan untuk menambahkan kata keterangan, misalnya agak, sangat, harus, dan paling.

Contohnya: ‘Cuaca hari ini sangat panas karena tidak hujan’. Kata ‘sangat panas’ merujuk pada frasa kata sifat.

Frasa numeralia

Merupakan frasa yang bentuknya kata bilangan atau dapat digunakan untuk mengganti kata bilangan dalam kalimat.

Contohnya: ‘Lita memiliki dua ekor anjing'. Kata ‘dua ekor’ merujuk pada frasa numeralia.

Frase preposisional

Merupakan frasa yang memiliki kata depan sebagai petunjuk atau unsur penjelas.

Contohnya: ‘Kucing itu terus berdiam di depan rumah majikannya'.

Kata ‘di depan rumah majikannya’ merujuk pada frasa kata depan.

2. Frasa Menurut Strukturnya

Menurut Ribut Wahyu Eriyanti, dkk, dalam buku Linguistik Umum (2020), jenis frasa berdasarkan strukturnya dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

Frasa eksosentrik

Adalah frasa yang tidak memiliki konstruksi sama seperti unsur atau komponen pembentuknya.

Artinya ketika salah satu komponennya dipisahkan, frasa eksosentrik tidak dapat saling dihubungkan.

Contohnya: ‘Theo belajar di sekolah’.

Masing-masing kata dari ‘di sekolah’ tidak bisa dihilangkan karena akan menimbulkan perbedaan makna.

Misalnya kata ‘di’ dihilangkan, maka katanya akan menjadi ‘Theo belajar sekolah’, hal ini akan menimbulkan perbedaan makna.

Frasa endosentrik

Adalah frasa yang punya distribusi sama atau setara.

Ketika salah satu unsur atau komponennya dihilangkan, frasa itu masih dapat digunakan.

Contohnya: ‘Adi membeli HP baru merek yang terkenal’. Ketika kata ‘merek yang terkenal itu’ dihilangkan, hal ini tidak akan mengubah maknanya.

Baca juga: Apa Itu Benua dan Bagaimana Proses Terbentuknya

Karena makna yang dimaksud tetaplah Adi membeli HP baru.

Demikian, penjelasan apa itu frasa. ( Tribunlampung.co.id / Reni Ravita )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved