Breaking News:

Berita Bola Liga Inggris

Pelatih Baru Tottenham Hotspur Nuno Espirito Santo Percaya Komitmen Harry Kane untuk Klub

Bos Tottenham yang baru Nuno Espirito Santo mengatakan dia 'tidak ragu' atas komitmen Harry Kane untuk klub.

Penulis: Romi Rinando | Editor: Dedi Sutomo
LAURENCE GRIFFITHS / GETTY IMAGES EROPA / Getty Images via AFP
Harry Kane dari Tottenham Hotspur berpose dengan penghargaan Coca-Cola Zero Sugar Golden Boot Winner, dan penghargaan Coca-Cola Zero Sugar Playmaker Winner menyusul kemenangan timnya dalam pertandingan Liga Premier antara Leicester City dan Tottenham Hotspur di The King Power Stadium pada Mei 23, 2021 di Leicester, Inggris. Striker Tottenham, Harry Kane mencatatkan namanya sebagai peraih sepatu emas seusai hasil Liga Inggris 2021 yang telah selesai digelar pada Minggu. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Pelatih baru Tottenham Hotspur  Nuno Espirito Santo mengatakan dirinya tidak ragu terhadap komitmen pemain bintang Lily White Harry Kane untuk klub.

Saat konferensi perst pertamanya sejak ditunjuk menjadi pelatih Spurs menggantikan Jose Mourinho yang dipecat, Nuno mengatakan, dirinya tidak memiliki keraguan. Ia berharap Harry Kane akan pulih dan beristirahat dengan baik.

“Ketika dia (Harry) tiba, dia akan merasa bahwa dia harus berkomitmen untuk menjadi lebih baik,” kata Nuno.

“Kami ambisius, kami ingin melakukannya dengan baik dan kami mengandalkan Harry untuk melakukan itu.”

“Harry adalah pemain kami, titik. Tidak perlu membicarakan hal lain. Sekarang saatnya dia beristirahat. Saat dia kembali, kita bisa mengobrol dengan baik. Saya menantikan dia bergabung dengan grup,” tegasnya.

Baca juga: Bursa Transfer Liga Inggris, Usai Jadon Sancho, Man United Kini Bidik Bek Real Madrid Raphael Varane

Kane telah mencetak lebih dari 200 gol untuk Tottenham dan berpeluang merombak Alan Shearer sebagai rekor sepanjang masa Liga Premier.

Terlepas dari pencapaian pribadinya yang menakjubkan, Kane masih memiliki waktu tiga tahun untuk kontraknya saat ini.

Bersama Spurs, Kane belum memenangkan trofi untuk klub atau negara. Dengan kekalahan final Euro 2020 hari Minggu lalu melawan Italia, merupakan kekalahan terakhir pemain berusia 28 tahun itu.

Dalam percakapan dengan Gary Neville awal musim panas ini, Kane mengindikasikan mungkin sudah waktunya baginya untuk pindah agar dia mengejar hadiah terbesar sepakbola dengan Spurs lagi dalam keadaan fluks dan akan memulai proses pembangunan kembali.

Ditanya apakah karirnya berada di persimpangan jalan, Kane berkata: “Saya pikir begitu. Saya pikir itu pasti percakapan yang bisa dilakukan dengan klub,' katanya. “

“Ya, seperti yang Anda katakan, saya ingin bermain di pertandingan terbesar. Saat-saat terbesar.”

“Seperti, musim ini saya di sana menonton Liga Champions, menyaksikan tim-tim Inggris di sana tampil luar biasa. Mereka adalah permainan yang ingin saya ikuti.”

“Saya ingin berada di permainan mereka. Jadi pasti, ini adalah momen dalam karir saya di mana saya harus merenungkan dan melihat di mana saya berada dan melakukan percakapan yang baik dan jujur ​​dengan ketua. Saya harap kita bisa melakukan percakapan itu.”

Ketua Spurs Daniel Levy dikatakan sangat marah dengan keputusan Kane, tapi tidak berpikiran untuk menjual aset berharganya tersebut.

Spurs hampir pasti akan menolak untuk menjual Kane ke Chelsea. Meninggalkan juara Manchester City sebagai satu-satunya tujuan yang tersisa untuk Kane, jika Levy menyerah. ( Tribunlampung.co.id / Romi Rinando )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved