Apa Itu
Apa Itu Kalimat Ambigu atau Kalimat Taksa
Apa itu kalimat ambigu atau Kalimat Taksa. Kalimat ambigu adalah bentuk kalimat yang punya makna ganda.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Apa itu kalimat ambigu atau kalimat taksa, termasuk di dalamnya jenis dan ciri-ciri kalimat ambigu.
Dalam keseharian, kalimat ambigu sendiri cukup sering didengar.
Tapi ternyata, masih banyak orang yang mengetahui arti dari kalimat ambigu.
Simak penjelasan mengenai pengertian kalimat ambigu berikut ini.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ambigu diartikan dengan bermakna lebih dari satu (sehingga kadang-kadang menimbulkan keraguan, kekaburan, ketidakjelasan, dan sebagainya) atau bisa dikatakan bermakna ganda.
Sementara Markhamah dan Atiqa Sabardila dalam buku Analisis Kesalahan dan Karakteristik Bentuk Pasif (2014) menuliskan, kalimat ambigu adalah bentuk kalimat yang memiliki makna ganda.
Dalam hal ini, kalimat ambigu disebabkan kata keterangan atau atribut yang jumlahnya lebih dari satu.
Dikutip dari buku Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi (2017) karya I Ketut Dibia dan I Putu Mas Dewantara, ambiguitas diambil dari bahasa Inggris, yakni ambiguity, artinya sebuah konstruksi yang dapat ditafsirkan lebih dari satu arti.
Baca juga: Apa Itu Frasa dan Jenis-jenis Frasa
Dalam bahasa Indonesia, kalimat ambigu sering juga dikenal sebagai kalimat taksa.
Tanpa disadari, penggunaan kalimat ambigu sering terjadi saat pengucapan lisan ataupun tulisan.
Misalnya, kesalahan peletakan tanda baca dapat menimbulkan multitafsir atau makna ganda dalam sebuah kalimat.
Ciri-ciri kalimat ambigu
Baca juga: Apa Itu Teks Deskripsi Spasial
Kalimat taksa atau kalimat ambigu memiliki ciri. Berikut, ciri-ciri kalimat ambigu.
1. Penggunaan katanya memiliki makna ganda atau lebih dari satu.
2. Sifatnya membuat bingung pembaca karena tidak mudah dipahami.
3. Maknanya kurang jelas.
4. Menimbulkan keraguan atau dapat mengakibatkan kesalahpahaman bagi pembaca atau pendengar.
Jenis kalimat ambigu
Dalam buku Semantik: Konsep dan Contoh Analisis (2017) karya Fitri Amilia dan Astri Widyaruli Anggraeni, kalimat ambigu dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Ambiguitas fonetik
Ambiguitas fonetik adalah jenis kalimat ambigu yang pertama.
Biasanya penyebab ambiguitas ini terjadi karena adanya persamaan bunyi yang dihasilkan, khususnya ketika seseorang terlalu cepat melafalkan kalimat.
Alhasil akan timbul keraguan makna atau kesalahpahaman.
Menurut Trismanto dalam jurnal Ambiguitas dalam Bahasa Indonesia (2018), cara menghindari jenis ambiguitas ini ialah dengan meminta pembicara untuk mengulangi kalimatnya dengan lebih jelas dan perlahan.
Supaya kedua belah pihak paham makna atau pembicaraan apa yang sedang dibahas.
Contohnya: Kemarin Dina memberi tahu kepada Andi.
Makna ‘memberi tahu’ memiliki makna ganda.
Karena bisa bermakna Dina memberi makanan tahu kepada Andi, tetapi juga bisa bermakna Dina memberikan Andi sebuah informasi.
2. Ambiguitas leksikal
Selanjutnya, jenis ambiguitas ini terjadi pada setiap kata di bahasa Indonesia, yang memiliki makna lebih dari satu.
Karena bermakna ganda, kalimat atau kata tersebut dapat mengacu pada benda ataupun kondisi suasana.
Contoh: Tata berlari karena mengejar adiknya yang nakal
Dinda lari menghindari kenyataan
Penggunaan kata ‘lari’ di sini memiliki makna ganda, yaitu berlari mengejar seuatu atau berlari menjauh dari sesuatu.
3. Ambiguitas gramatikal
Ambiguitas ini dapat disebabkan oleh pembentukan kata yang bergantung pada peristiwa penyebabnya.
Selain itu, ambiguitas ini juga terjadi karena memang kata atau kalimat tersebut memiliki makna ganda.
Contohnya kata ‘pemukul’, bisa bermakna ganda, yaitu alat pemukul, atau orang yang memukul orang lain.
Penggunaan kata pemukul bergantung pada peristiwa yang terjadi, misalnya dalam kasus perkelahian atau olahraga yang membutuhkan alat pemukul.
Contoh lainnya kata ‘orang tua’ yang bisa bermakna ganda, yaitu orang yang sudah tua, atau orang tua dari anak.
Penggunaan kata ini memang memiliki makna ganda, yang juga harus disesuaikan dengan konteks kalimat dan suasananya.
Itulah penjelasan apa itu kalimat ambigu, termasuk di dalamnya ciri-ciri kalimat ambigu dan jenis kalimat ambigu. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/apa-itu-teori-unilinear.jpg)