Breaking News:

Tanggamus

Kejari Tanggamus Mulai Selidiki Dugaan Korupsi Dana Desa Pekon Kaur Gading

Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus mulai menyelidiki dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2016-2018 Pekon Kaur Gading.

Penulis: Tri Yulianto | Editor: Hanif Mustafa
TRIBUN LAMPUNG/TRI YULIANTO
Ilustrasi. Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus mulai menyelidiki dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2016-2018. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus mulai menyelidiki dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2016-2018 Pekon Kaur Gading, Kecamatan Pematang Sawa.

Menurut Kepala Seksi Intelijen Yogie Verdika, pihaknya sudah memeriksa empat orang perangkat pekon untuk dimintai keterangan. Saat ini masih tahap permulaan penyelidikan.

"Saat ini baru kita mintai keterangan empat orang di antaranya, Bendahara Pekon Kaur Gading, Ketua BHP dan dua kaur. Untuk sekdes belum hadir karena sedang sakit," ujar Yogie mewakili Kajari Tanggamus David P Duarsa, Rabu (21/7/2021)

Ia mengaku penyelidikan ini menindaklajuti laporan yang masuk sekitar satu bulan lalu. Dan siap menerima pelimpahan dari Inspektorat Tanggamus mengenai dugaan korupsi Dana Desa Pekon Kaur Gading. Sebab saat ini juga inspektorat juga masih memeriksa. 

Yogie mengaku dalam pemeriksaan semua pihak yang dipanggil kooperatif, cuma terkendala adalah data. Sebab saat ini masih tahap pengumpulan data (puldata) dan bahan keterangan (baket).

Baca juga: Polres Lampung Tengah Kembalikan Dua Unit Motor Hasil Curian

"Sejauh ini mereka yang dipanggil kooperatif. Kendalanya, ya saat kami minta data, sebagian besar data sudah diserahkan kepada inspektorat, karena ada pemeriksaan juga di sana," kata Yogie.

Ia mengaku, untuk masalah ini maka nantinya Kejari dan Inspektor bisa koordinasi untuk mengungkap dugaan Dana Desa tersebut. 

Untuk Pekon Kaur Gading diakui banyak yang melaporkan. Ada yang dilaporkan ke Inspektorat ada juga ke Kejari Tanggamus, dua lembaga ini sama-sama jalan dan terus berproses. 

"Kalau kami nanti dapat pelimpahan setelah ada hitungan kerugian negara dari inspektorat, maka kami siap saja," kata Yogie. ( Tribunlampung.co.id / Tri Yulianto )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved