Breaking News:

Tulangbawang

Nyambi Jual Sabu, Petani di Tulangbawang Lampung Dicokok Polisi di Sebuah Gubuk 

Seorang petani berinisial DP (24) ditangkap di sebuah gubuk penyeberangan perahu yang berada di Kampung Andalas Cermin karena mengedarkan sabu.

Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Hanif Mustafa
Dok Polres Tulangbawang
DP (24), warga Kampung Andalas Cermin, Petani di Tulangbawang yang nyambi jual sabu. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Seorang petani berinisial DP (24), warga Kampung Andalas Cermin, Kecamatan Rawa Pitu, Kabupaten Tulangbawang, ditangkap petugas dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulangbawang.

Petani ini ditangkap Jumat (16/07) pukul 02.00 WIB dini hari, di sebuah gubuk penyeberangan perahu yang berada di Kampung Andalas Cermin.

"Kami menangkap seorang petani yang nyambi mengedarkan narkotika jenis sabu, petani ini ditangkap saat sedang berada di sebuah gubuk penyeberangan perahu di Kampung Andalas Cermin," ujar Kasatres Narkoba AKP Anton Saputra, Rabu (21/07/2021).

Kata Anton, dari lokasi penangkapan petugasnya berhasil menyita barang bukti berupa plastik klip berukuran sedang yang berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,64 gram, plastik klip kecil berisi narkotika jenis sabu, dan empat bungkus plastik klip kosong.

Anton mengklaim, keberhasilan petugasnya dalam mengungkap pelaku peredaran gelap narkotika jenis sabu ini merupakan hasil penyelidikan di wilayah Kecamatan Rawa Pitu. 

Baca juga: Pemerintah Kota Metro Lampung Tetap Perpanjang PPKM Meski Sudah Turun Level

Informasi yang didapat bahwa sebuah gubuk penyeberangan perahu yang berada di Kampung Andalas Cermin sering dijadikan tempat transaksi narkotika jenis sabu.

"Saat petugas kami tiba di lokasi, di gubuk tersebut terdapat seorang laki-laki dengan gerak-gerik mencurigakan, lalu dilakukan penggeledahan badan dan ditemukan BB narkotika jenis sabu," kata dia.

Saat ini petani tersebut masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Tulang Bawang dan akan dikenakan Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 Miliar dan paling banyak Rp 10 Miliar.
( Tribunlampung.co.id / Endra Zulkarnain )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved