Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Bincang Bersama Pelestari Keris Lampung: Sebut Keris Benda Klenik, Itu Korban Sinetron

Berikut petikan wawancara Tribun dengan Satrio pelestari keris Lampung yang tinggal di Kabupaten Pringsewu.

Editor: Hanif Mustafa
Tribunlampung.co.id / Robertus Didik B C
Berikut petikan Wawancara Eksklusif Tribun Lampung dengan Satrio yang peduli dengan pelestarian keris sebagai seni dan budaya. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Keris merupakan karya adiluhung nenek moyang Indonesia yang luar biasa indah. Sayangnya, banyak orang mengaitkan keris dengan hal mistis atau klenik.

Hal ini diungkapkan Satrio, pelestari keris Lampung yang tinggal di Kabupaten Pringsewu, saat berbincang dengan Tribun Lampung, Rabu (21/7).

Ia mengatakan, kurangnya edukasi kepada masyarakat membuat pemahaman salah ini berkembang. Berikut petikan wawancara Tribun dengan Satrio.

Bisa jelaskan soal keris sebagai budaya? Sebab, selama ini masih ada pemahaman keliru di tengah masyarakat bahwa keris kaitannya dengan mistis.

Saya pribadi menilai keris adalah salah satu warisan nenek moyang. Salah satu budaya orang Jawa. Terkait keris sebagai hal klenik menurut banyak orang, bagi saya itu "korban" sinetron. Kenapa saya bilang "korban" sinetron? Setiap ada sinetron yang berhubungan dengan keris, pasti larinya ke dukun dan ke klenik.

Saya pribadi menilai keris sebagai sebuah warisan yang perlu kita lestarikan. Sebab, ini (keris) adalah ciri orang Jawa, di mana salah satunya harus mempunyai keris. Orang Jawa itu harus punya lima hal. Pertama garwa (suami/istri), kedua turonggo (tunggangan/kendaraan), ketiga peksi (hewan peliharaan), keempat pusoko (keris), kelima wismo (rumah). Jadi, keris adalah salah satu warisan budaya Jawa.

Tapi saya tidak pernah menyalahkan orang-orang yang pemahamannya keliru. Mungkin hanya pengetahuan tentang keris yang kurang. Jadi, setiap datang ke dukun, lalu dukun mengeluarkan keris, anggapannya adalah klenik atau mistis.

Anda sendiri sejak kapan mempunyai dan menggeluti keris?

Saya sudah cukup lama mencintai keris. Sedikit banyak saya ingin benar-benar seperti orang Jawa. Istilahnya, Njawani. Orang Jawa itu kebiasaannya apa sih dulunya? Itu yang ingin saya terapkan di kehidupan saya.

Anda merawat keris juga sudah lama?

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved