Berita Luar Negeri

Remaja Tewas Dibunuh Teman Sendiri, Korban Alami 114 Tusukan

Seorang remaja tewas dibunuh teman sekelasnya sendiri. Hasil autopsi menemukan bahwa korban alami 114 tusukan pisau di tubuhnya.

Tayang:
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Heribertus Sulis
Pixabay/ ValynPi14
Ilustrasi police line. Remaja Tewas Ditikam Teman Sendiri, Korban Alami 114 Tusukan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seorang remaja tewas ditikam teman sendiri di Florida, bahkan korban alami 114 tusukan dari kejadian tersebut.

Peristiwa mengerikan itu diketahui terjadi di Florida, Amerika Serikat.

Aiden Fucci (14) dituduh melakukan pembunuhan terhadap teman sekelasnya, Tristyn Bailey (13).

Mayat Bailey berhasil ditemukan oleh seorang warga setempat yang sedang keluar jalan-jalan hanya beberapa jam setelah dia dilaporkan hilang oleh keluarga.

Tubuhnya diketahui terbengkalai di dekat kediaman Fucci, di wilayah St. Johns, Florida saat perayaan hari ibu.

Tak jauh dari lokasi tubuh korban ditemukan juga terdapat pisau yang diduga milik Fucci, yang dibuang ke kolam.

Baca juga: Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Mobil Minibus Xenia di Tol Cipularang

Berdasarkan hasil autopsi, Bailey diketahui mengalami 35 tusukan di kepala serta lehernya.

Bukan itu saja, adapula 49 tikaman lain di lengan korban.

Di bagian pergelangan kaki kiri Bailey, tertulis 'karma', sementara di bagian kanannya terdapat gambar wajah tersenyum yang belum diketahui pasti apakah kedua hal tersebut digambar sendiri oleh korban atau bukan.

Selain jumlah tusukan yang sangat banyak, hasil autopsi juga menunjukkan tak adanya bukti pelecehan pada tubuh Bailey.

Dilansir dari Daily Mail (15/7/2021), Fucci mengatakan kepada teman-temannya bahwa dirinya ingin menarik orang asing ke tanah lalu membunuhnya.

Bahkan dilaporkan Mercury News, pacar Fucci menuturkan bahwa kekasihnya memang sering membicarakan tentang aksi pembunuhan.

Baca juga: Pelajar Tewas Akibat Motornya Menabrak Tiang Reklame

Fucci, lanjut sang kekasih, selalu membawa pisau yang diberi nama Picker dan Poker ketika tak berada di sekolah.

Selain itu, remaja yang dituduh bertanggung jawab atas kasus remaja tewas ditikam temannya sendiri itu beberapa kali berpura-pura menikam dan meletakkan pisau di leher sang pacar.

Satu bulan sebelum Tristyn terbunuh, Fucci diketahui bercerita panjang lebar kepada kekasihnya tentang keinginan membunuh orang.

"Dia akan mencari orang yang ditemukannya secara acak, lalu menyeret mereka ke rerumputan lalu menikamnya," kata kepolisian setempat, dilansir dari Mercury News (15/7/2021).

Sehari setelah mayat remaja tewas ditikam teman sendiri itu ditemukan, Fucci ditangkap.

Penangkapannya juga didasari atas rekaman kamera pengintai yang menunjukkan Bailey dan Fucci berjalan menuju tempat di mana tubuhnya dibuang pada malam dia menghilang. 

Fucci diduga berjalan kembali sendirian setelah itu.

Menurut dokumen kasus tersebut yang berhasil dikumpulkan kepolisian, saat ibunda Fucci mengabarkan anaknya mengenai penemuan tubuh Bailey di sekitar rumah mereka, Fucci menjawab singkat,"Lalu hubungannya apa denganku?"

Saat Fucci diintrogasi pun, kepolisian mendapati pisau lain di saku celananya.

Selain itu, hasil penggeledahan rumah Fucci yang dilakukan kepolisian juga ditemukan sebanyak delapan buah pisau saku buatan tangan serta sarung pisau lipat Buck, kemeja dan sepatu yang berlumuran darah.

Ibu Fucci, Crystal Smith, juga didakwa dengan tuduhan perusakan barang bukti.

Dia dituduh mengambil celana jins bernoda darah putranya dari kamar tidurnya dan mencucinya setelah penangkapan.

Pasalnya, ditemukan adanya jejak di saluran pembuangan di rumah terduga pelaku.

Fucci awalnya ditangkap atas tuduhan pembunuhan tingkat dua dan ditahan di pusat peradilan anak sehari setelah mayat Bailey ditemukan.

Pihak berwenang mengatakan DNA-nya ditemukan di tubuh Bailey. 

Jaksa kemudian meningkatkannya menjadi pembunuhan tingkat pertama.

Kini, Fucci juga akan diadili sebagai orang dewasa.

Selama konferensi pers yang mengumumkan dakwaan tersebut, Jaksa Negara RJ Larizza mengatakan bahwa menuntut Fucci sebagai orang dewasa adalah satu-satunya pilihan yang bisa dibuat oleh kantornya.

Terlebih, terduga pelaku juga tampak tak menyesali perbuatannya tersebut.

Hal tersebut diketahui saat penangkapan Fucci oleh kepolisian.

Setelah dia dibawa untuk diinterogasi, Fucci memposting selfie di Snapchat dari belakang mobil polisi dengan judul 'Ada yang melihat Tristyn?' yang dianggap Larizza sebagai bukti bahwa tak ada penyesalan dari Fucci. ( Tibunlampung.co.id / Virginia Swastika )

Baca berita luar negeri lainnya

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved