Apa Itu

Apa Itu Sel dan Sejarah Penemuan Sel

Simak apa itu sel, termasuk sejarah penemuan sel dan pembelahan sel. KBBI menyebutkan, pengertian sel dimaknai menjadi tiga arti.

Penulis: Virginia Swastika | Editor: Ridwan Hardiansyah
Pixabay/Arek Socha
Ilustrasi sel. Simak, apa itu sel dan sejarah penemuan sel. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Tubuh makhluk hidup, seperti tanaman, hewan, dan manusia terdiri dari sel.

Semasa sekolah, istilah sel memang sempat disinggung.

Akan tetapi, apa itu sel? Bagaimana sejarah penemuan sel itu terjadi? Berikut penjelasan selengkapnya.

Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI menyebutkan pengertian sel dimaknai menjadi tiga arti.

Satu di antaranya, sel adalah bagian atau bentuk terkecil dari organisme, yang terdiri atas satu atau lebih inti, protoplasma, dan zat-zat mati yang dikelilingi oleh selaput sel.

Sementara itu, dalam buku ajar Biologi Sel dan Molekuler (Nurhayati dan Darmawati, 2017:2) disebutkan pengertian sel sebagai unit terkecil dari kehidupan, yang memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda tergantung tempat dan fungsi dari jaringan yang disusunnya.

Dalam bahasa Latin, sel adalah cellula yang berarti bilik kecil.

Diartikan demikian, karena saat sel pertama kali ditemukan melalui sel gabus, bentuknya seperti bilik.

Baca juga: Apa Itu Turun Tangan dan Contoh Kalimatnya

Baca juga: Apa Itu Sandang, Pangan, dan Papan

Sejarah penemuan sel

Dalam sejarah penemuan sel, unit terkecil di dari organisme ini pertama kali ditemukan oleh Robert Hooke pada tahun 1665.

Ia merupakan seorang ilmuwan penemu miskroskop majemuk dengan tiga lensa yang telah mempublikasikan sebuah buku berjudul Micrographia.

Buku ini dibuat berdasarkan penelitiannya dalam perbaikan dan pengembangan mikroskop majemuk berupa mikroskop elektron.

Dengan ditemukannya mikroskop elektron (Electron Mycroscope/EM) yang mulai dikenal dalam ilmu biologi pada tahun 1950 an, sel akhirnay dapat terlihat hingga ke komponen sel yang lebih rinci dan detail lagi.

Dalam bukunya tersebut, Hooke juga menjelaskan bahwa ternyata di dalam tubuh makhluk hidup terdapat banyak struktur pembentuknya.

Namun yang paling menyita perhatian adalah saat ia meneliti gabus di dalam batang tumbuhan, ia menemukan lubang-lubang kecil tidak teratur yang berukuran mikroskopis.

Lubang-lubang kecil tersebut kemudian ia beri nama dengan sel.

Pemberian nama itu juga karena sel telah mengingatkannya pada sel-sel dalam biara.

Dalam perkembangan sejarah penemuan sel, Hooke juga melihat adanya perbedaan antara sel gabus yang ditelitinya dengan sel hidup.

Baca juga: Apa Itu Benua, Berikut Penjelasan dan Proses Terbentuknya

Di dalam sel hidup terdapat cairan kental yang kemudian disebut protoplasma.

Ditemukan pula bahwa ternyata sel merupakan tempat yang berongga (cytos dalam bahasa Yunani), dan kantong yang berisi (cella dalam bahasa Romawi).

Gagasan pertama tentang sel inilah yang kemudian memengaruhi perkembangan ilmu biologi untuk kemudian dikembangkan oleh ilmuwan lainnya.

Setelah dasar pengetahuan mengenai sel sudah ditemukan, penelitian kemudian dilanjutkan oleh ahli lainnya.

Para ahli itu di antaranya Antonie van Leeuwenhoek, Jacob Schleiden, Theodor Schwan, Robert Brown, dan Rudolf Virchow.

Situs National Geographic dalam Kompas.com, menyebutkan bahwa Antonie van Leeuwenhoek merupakan penemu mikroskop satu lensa yang dapat melihat objek dengan perbesaran seratus kali hingga dua ratus kali dari ukuran aslinya.

Dengan mikroskop tersebut, Leewenhoek menjadi orang pertama yang dapat melihat kehidupan mikroskopis.

Ia kemudian mengamati air rendaman jerami, dan mendapati benda mikroskopis yang bergerak-gerak dalam air.

Benda tersebut kemudian dikenal dengan nama bakteri dan protozoa.

Perkembangan penelitian mengenai sel kemudian diteruskan oleh Jacob Schleiden dan Theodor Schwan yang mengamati sel dari hewan dan tumbuhan.

Penelitian kedua menghasilkan kesimpulan bahwa semua mkhluk hidup tersusun atas unit struktural terkecil yang disebut dengan sel.

Keduanya juga menemukan bahwa ada makhluk hidup yang hanya tersusun dari satu sel, namun ada juga yang tersusun dari banyak sel.

Sementara Brown merupakan ilmuwan Skotlandia yang berkontribusi dalam meneliti struktur sel pada tanaman anggrek.

Dirinya menghasilkan temuan berupa inti sel atau nukleus yang sangat penting dalam sel.

Sedangkan Virchow, memecahkan teka-teki teori sel dari Jacob Schleiden dan Theodore Schwan, bahwa semua sel berasal dari sel-sel yang terlebih dulu ada.

Ia juga menemukan bahwa sel merupakan pusat pertumbuhan dan perkembangan dari tubuh.

Hingga kini, perkembangan sel masih terus ditelusuri dan dikembangkan untuk keperluan medis.

Pembelahan sel

Dalam menunjang kehidupan organisme, termasuk manusia, pembelahan sel adalah satu fase yang sangat penting.

Sel mengalami pembelahan untuk mendukung proses pertumbuhan, perbaikan serta reproduksi.

Pertumbuhan merupakan satu di antara ciri-ciri dari makhluk hidup.

Makhluk hidup dapat tumbuh karena sel-selnya bertambah banyak.

Semakin banyak sel dalam makhluk hidup maka semakin besar ukuran makhluk hidup itu.

Sementara itu, pembelahan sel juga dapat terjadi saat tubuh melakukan perbaikan sel.

Misalnya, kamu terjatuh dan tubuh terluka, setelah beberapa waktu bagian tubuh yang luka akan menutup seperti semula.

Bagian tubuh yang mengalami luka itu terjadi kerusakan jaringan.

Perbaikan kerusakan jaringan pada tubuh tersebut merupakan hasil proses pembelahan sel.

Selain itu, pembelahan sel lainnya terjadi saat bereproduksi atau berkembangbiak.

Para proses reproduksi, diperlukan adanya sel kelamin untuk membentuk individu baru (anakan).

Baca juga: Apa Itu Bilangan Prima, 10 Bilangan Prima yang Pertama

Proses pembentukan sel kelamin ini dilakukan dengan cara pembelahan sel.

Itulah, penjelasan mengenai apa itu sel dan sejarah penemuan sel. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved