Bandar Lampung

Empat Rumah di Perairan Teluk Bandar Lampung Hancur Dihantam Gelombang Pasang 2 Meter

Empat rumah warga di perairan Teluk, Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung, hancur setelah disapu gelombang pasang setinggi 2 meter

Tayang:
Penulis: joeviter muhammad | Editor: Hanif Mustafa
Tribunlampung.co.id / Deni Saputra
Seorang anak memandangi puing-puing rumahnya yang tersapu gelombang pasang. Empat rumah warga di perairan Teluk, Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung, dihantam gelombang pasang setinggi 2 meter. 

TRIBUN LAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Empat rumah warga di perairan Teluk, Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumi Waras, Bandar Lampung, dihantam gelombang pasang setinggi 2 meter.

Hantaman gelombang yang diperkirakan terjadi Kamis (29/7/2021) sekira pukul 00.55 WIB, menyebabkan 3 rumah semi permanen hancur dan 1 rumah rusak berat.

Salah satu warga sekitar, Suwandi (50) mengatakan gelombang pasang menghantam rumah saat penghuninya sedang terlelap tidur.

Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Karena begitu rumah roboh ke laut, orang di dalam rumah cepat keluar," kata Suwandi.

Menurut Suwandi, hantaman gelombang pasang setinggi 2 meter membuat tiang penyangga rumah goyah.

Patahnya tiang penyangga itu membuat rumah material kayu ini perlahan amblas ke dasar laut.

"Ada gelombang besar sehingga tiang rumah goyang dan menimpa rumah yang lain," kata Suwandi.

Baca juga: Disnaker Kota Bandar Lampung Tutup Layanan Mediasi Media Industrial Sementara Waktu

Ia juga mengatakan bahwa salah satu rumah yang hancur dihantam oleh gelombang air laut dengan tinggi sekira 2 meter itu dihuni oleh empat kepala keluarga.

Satu pemilik rumah yang hancur dihantam gelombang, Rosnaini mengatakan bahwa saat kejadian ia sedang tidur, tiba-tiba ada ombak yang datang hingga masuk ke dalam rumah miliknya. 

"Langsung saya bangunkan anak saya, dia loncat lewat jendela," kata Rosnaini.

Rosnaini juga menjelaskan bahwa semua barang berharga miliknya juga ikut dibawa arus ombak.

"Semua habis dibawa ombak, gak sempat menyelamatkan barang lagi, saya cuma mikirin anak saya aja," kata Rosnaini.

Atas kejadian itu Rosnaini dan anaknya untuk sementara tinggal di rumah kerabatnya yang tak jauh dari lokasi kejadian.

"Suami lagi merantau, jadi sementara saya tinggal tempat saudara," kata Rosnaini.

Kasi data dan informasi BMKG Lampung Rudi Haryanto, menjelaskan kondisi gelombang di perairan Teluk bagian selatan cenderung mengalami ketinggian.

Baca juga: Masuk Sumur, Remaja di Bandar Lampung Terluka Kena Benturan

Menurutnya ketinggian gelombang bisa mencapai 2.5 meter - 4 meter. "Kondisi perairan selat sunda barat dan samudra hindia juga tinggi," kata Rudi.

Rudi mengatakan, berdasarkan pengamatan yang dilakukan BMKG masyarakat perlu mewaspadai gelombang tinggi hingga 30 Juli mendatang.

Oleh karena itu, BMKG menghimbau masyarakat khususnya yang bermukim di wilayah perairan Teluk untuk mewaspadai kemungkinan buruk yang bisa terjadi kapan saja.

" Bagi nelayan kecil, hati hati dan waspada. Jika tidak memungkinkan untuk berangkat, sebaiknya tunda dulu sampai kondisi gelombang sudah normal kembali," kata Rudi. ( Tribun Lampung.co.id / Muhammad Joviter )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved