Breaking News:

Pringsewu

Sekkab Pringsewu Sebut Perempuan dan Anak Rentan Terpapar Radikalisme

Sekretaris Kabupaten Pringsewu Heri Iswahyudi mengungkapkan, perempuan dan anak-anak rentan terpapar paham radikalisme dan terorisme.

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id / Robertus Didik
Sekretaris Kabupaten Pringsewu Heri Iswahyudi saat membuka Focus Group Discussion (FGD) virtual tentang radikalisme dan terorisme, Jumat (30/7/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Sekretaris Kabupaten Pringsewu Heri Iswahyudi mengungkapkan, perempuan dan anak-anak rentan terpapar paham radikalisme dan terorisme.

"Ada dua faktor penyebab mengapa perempuan dan anak-anak sebagai kelompok yang rentan terpapar faham radikalisme dan terorisme, yaitu faktor internal dan eksternal," kata Heri saat membuka Focus Group Discussion (FGD) virtual, Jumat (30/7/2021).

FGD digelar dalam rangka tindak lanjut pencegahan, penanganan, dan perlindungan anak korban stigmatisasi dan jaringan terorisme.

Heri menyebut, faktor internal itu di antaranya adalah minimnya pemahaman tentang agama, wawasan kebangsaan, jenis kelamin, umur, intelegensia, dan kematangan emosi. 

Baca juga: Dikukuhkan, Dai Kamtibmas Tulangbawang Diharapkan Bisa Cegah Aksi Radikalisme

Sedangkan faktor eksternal meliputi keluarga, lingkungan, media, kemiskinan dan tingkat pendidikan.

"Untuk itulah dibutuhkan perhatian khusus dan upaya penanganan yang intensif dan berkelanjutan, agar anak-anak tidak menjadi korban atas apa yang dilakukan orangtua dan lingkungannya,” katanya.

FGD tersebut diikuti oleh sejumlah kepala organisasi perangkat daerah dan bagian terkait di lingkungan Pemkab Pringsewu.

Hadir pula Asisten Deputi Bidang Perlindungan Anak Kondisi Khusus Elvi Hendrani dan Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Lampung Fitrianita Damhuri.

Harapannya, dengan FGD tersebut dapat menghasilkan kesepakatan dan sinergi bersama antar-pemangku kepentingan. 

Serta, meningkatkan pemahaman mengenai bagaimana strategi dan pola penanganan yang tepat untuk menangani masalah stigmatisasi pada anak-anak di Kabupaten Pringsewu

Dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pringsewu akan mendukung setiap upaya seluruh elemen yang ada dalam mewujudkan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak.

Tujuannya untuk menjamin perkembangan fisik, mental dan sosial. Sehingga nantinya akan lebih siap dan mampu menjadi generasi penerus yang berkualitas. Serta tidak terpengaruh unsur suatu paham yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan ideologi negara.

( Tribunlampung.co.id / Robertus Didik Budiawan )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved