Breaking News:

Metro

Wali Kota Metro Lampung Bantah Adanya Penolakan Pasien di Rumah Sakit, Wahdi: Saya Jaminannya

Wali Kota Metro Wahdi bantah adanya penolakan pasien di empat rumah sakit (RS). Ia memastikan tidak ada yang menolak Yohanes lantaran tabung oksigen

Penulis: Indra Simanjuntak | Editor: Hanif Mustafa
Tribunlampung.co.id / Indra Simanjutak
Wali Kota Metro Wahdi saat diwawancarai, memastikan tidak ada rumah sakit yang menolak Yohanes lantaran tabung oksigen kosong. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Wali Kota Metro Wahdi bantah adanya penolakan pasien di empat rumah sakit (RS) berbeda yang menyebabkan Yohanes Erlangga (27) meninggal.

Diketahui Yohanes Erlangga (27) warga Hadimulyo Timur Metro meninggal dunia di rumah setelah pasrah ditolak oleh empat rumah sakit lantaran penuh dan tabung oksigen kosong.

Wahdi menegaskan jika tidak ada satupun rumah sakit di wilayahnya yang menolak Yohanes Erlangga karena habisnya tabung oksigen.

"Mana ada penolakan. Saya jaminannya," selorohnya,  Jumat (30/07/2021).

Wahdi mengaku tak akan segan menindak tegas terhadap rumah sakit yang melakukan penelantaran pasien.

"Ada RS Mardiwaluyo menulis oksigen habis, saya langsung turunkan. Enggak ada penolakan," ujarnya saat bagi sembako kepada pasien isoman di Metro Pusat.

Terkait ketersedian oksigen, Wahdi mengaku pemerintah terus berusaha agar tidak terjadi kekosongan.

"Metrolah satu-satunya oksigen yang kuat. Kita minta bantuan Palembang dan semuanya kita kerahkan. Jadi enggak ada penolakan. Enggak sama sekali," tandasnya.

Baca juga: Ditolak Empat Rumah Sakit Berbeda, Pemuda Metro Lampung Pasrah dan Meninggal di Rumah

Diketahui, Yohanes Erlangga (27), meninggal dunia setelah ditolak empat Rumah Sakit (RS) di Kota Metro. Ia menghembuskan nafas terakhir di rumah sekitar pukul 16.00 WIB, Rabu (28/07/2021).

Ponijan, paman Yohanes menceritakan, keponakannya adalah penderita TBC berdasarkan hasil diagnosa RSUD Ahmad Yani. Pada rabu siang, kondisi korban lemas dan setengah sadar. Sehingga keluarga membawa ke RS.

"Dua bulan lalu dirawat di Ahmad Yani dibilang TBC. Kita baru tahu dari situ. Nah, kemarin siang enggak sadar. Sekitar jam 14.00 WIB kita bawa ke RSUD Ahmad Yani. Petugas di sana bilang oksigen kosong dan bed penuh. Boleh di sini tapi suruh bawa bed sendiri," ungkapnya, Kamis (29/07/2021).

Karena kritis, keluarga kemudian membawa RS Mardiwaluyo. Namun perlakuan serupa dialami Yohanes. Dari video dokumentasi keluarga, pihak RS menyatakan tak bisa merawat karena kondisi ruangan yang penuh dan oksigen kosong.

Baca juga: DPRD Minta Penanganan Pasien Positif Covid-19 di Kota Metro Lampung Makin Intensif 

Keluarga kembali membawa ke Klinik Permata Hati dan terakhir RS Azizah. Tapi lagi-lagi mendapat alasan serupa. Yakni ruangan penuh dan oksigen kosong. Hingga akhirnya, sekitar pukul 15.30 WIB keluarga membawa pulang Yohanes ke rumah di RW 15, Jalan Banteng Hadimulyo Timur. ( Tribunlampung.co.id / Indra Simanjutak )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved