Pencurian di Bandar Lampung

Pencuri Rp 200 Juta di Mobil Rubicon Tunggangi Motor dari Arah Rajabasa Bandar Lampung

Andre, seorang saksi mata kejadian modus pecah kaca mengaku sempat melihat gerak gerik tersangka.

Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: soni
Tribun Lampung/ Vincensius Soma Ferrer
jeep rubicon korban pencurian modus pecah kaca mobil 

 
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Andre, seorang saksi mata kejadian modus pecah kaca mengaku sempat melihat gerak gerik tersangka.

Ia mengatakan, pelaku semula datang mengendarai motor dari arah Terminal Rajabasa.

"Kemudian ada orang lain, mungkin temannya datang dari arah seberang jalan," kata dia.

Tak lama berselang, motor tersebut melaju ke arah mobil korban.

"Saya kira mau parkir ke Chamart," kata dia.

Karena posis mobil yang terpaut mobil lain, ia menyebut hal itu menjadi alasan mengapa tak ada satu pun yang menyadari aksi kejahatan itu.

"Lalu keduanya kabur langsung ke arah Bundaran Raden Intan," kata dia.

Setelah disadari aksi tersebut oleh pemilik dan masyarakat, tak lama aparat kepolisian datang ke TKP guna penyelidikan.

Kasus pencurian modus pecah kaca mobil Jeep Rubicon di Rajabasa Bandar Lampung terjadi saat pemilik tengah makan di warung sekitar peristiwa.

"Korban sedang makan pecel lele," kata Fitria, salah satu saksi mata, Rabu (4/8/2021).

Ia menyebut, si korban yang hingga berita ini tayang belum diketahui namanya itu, mengaku kondisi mobil sudah dalam keadaan terkunci.

"Posisi mobil katanya sudah terkunci dan makannya juga tidak terlalu lama," kata dia.

Tidak terlihat pasti olehnya bagaimana proses modus pecah kaca itu.

Baca juga: Rp 200 Juta Raib Saat Pemilik Jeep Rubicon Makan Pecel Lele di Rajabasa Bandar Lampung

Sejauh berita ini termuat, sosok korban atau pemilik kendaraan masih enggan memberikan keterangan apapun.

Modus Pecah Kaca 

Sebuah Jeep Rubicon bernomor polisi B 1721 NJG menjadi sasaran pencurian. Kejadian terjadi di seputar kompleks Chandra Mart Rajabasa, Jalan ZA Pagaralam, Rabu (4/8/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi pencurian dilakukan dengan modus pecah kaca.

Akibatnya, uang tunai senilai Rp 200 juta milik dari pemilik kendaraan.

Berdasarkan kondisi terkini, korban yang belum diketahui identitasnya tersebut tengah membuat laporan Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Bandar Lampung. ( Tribunlampung.co.id / V Soma Ferrer )
 

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved