Berita Luar Negeri

Guru yang Tewas Dibunuh Sempat Teriak 'Jangan Ganggu Saya'

Guru yang tewas dibunuh teriak minta pertolongan, 'Tolong lepaskan saya..jangan ganggu saya'

Tayang:
Penulis: Virginia Swastika | Editor: taryono
Pixabay/ ValynPi14
Ilustrasi police line. Guru tewas dibunuh, sempat teriak 'jangan ganggu saya' 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seorang guru tewas dibunuh saat mendaki gunung di Georgia, Amerika Serikat.

Shanae Booke Edwards (31) ditemukan tewas saat tengah melakukan pendakian Gunung Mtatsminda seorang diri, di Tbilisi, Georgia, Sabtu (31/7/2021).

Pihak kepolisian menduga bahwa korban sempat disergap sebelum meninggal dunia.

Pasalnya, dilansir dari The Daily Star (3/8/2021), teman Edwards asal California yang tak disebutkan identitasnya mengaku sempat berbincang dengan korban melalui telepon sebelum tewas.

Ia pun mendengar pemintaan tolong guru asal Australia itu dari sambungan telepon yang masih terhubung.

Baca juga: Anak Michael Ballack Tewas Kecelakaan

Tak hanya itu, korban juga sempat berteriak 'Tolong lepaskan saya..jangan ganggu saya' sebelum telepon tersebut akhirnya terputus.

Terlebih, Daily Mail melaporkan bahwa satu jam setelah Edward keluar untuk mendaki, seorang warga lokal menuliskan di media sosialnya sempat mendengar suara wanita berteriak meminta tolong di jalan setapak di bawah Taman Mtatsminda.

Warga lain juga ada yang menyebutkan bahwa dirinya sempat melihat pemandangan tak sedap di sekitaran gunung itu saat Edwards dinyatakan hilang.

Dalam jarak sekitar 50 meter, dirinya mengaku melihat seorang pria tengah berhubungan suami istri dengan seorang wanita dan terlihat begitu agresif.

Sehari kemudian, jenazah Edwards ditemukan tewas di pinggiran kota.

"Hasil dari pencarian dan invertigasi berjam-jam oleh kepolisian di bawah staf Kementerian Dalam Negeri, telah ditemukan tubuh seorang wanita di lereng Gunung Mtatsminda," kata Vakhtang Goemlauri, Menteri Dalam Negeri Georgia dalam penyataan tertulis.

Dirinya juga mengatakan bahwa kematian guru asal Melbourne, Australia itu tengah diselidiki oleh pihak berwenang di Tbilisi

“Dalam kerangka penyelidikan yang sedang berlangsung, pemeriksaan forensik yang sesuai akan ditunjuk. Semua kegiatan operasi dan investigasi yang diperlukan sedang berlangsung," tambahnya.

Berdasarkan dokumen kepolisian, Edwards diketahui meninggalkan rumahnya sekitar pukul 15.35 waktu setempat pada Jumat (30/7/2021), Yahoo Australia News melaporkan.

Wanita 31 tahun itu pun terakhir terlihat di rekaman CCTV mengenakan pakaian serba hitam dan membawa tas hijau dengan rambut yang diikat.

Edwards kemudian terlihat di titik awal pendakian seberang Gereja Mikahil of Tver, yang berjarak sekitar 15 menit dari rumahnya di Georgia.

"Dia adalah pejalan kaki yang andal dan kemungkinan akan mulai pendakian dari gereja itu," bunyi dokumen tersebut.

Atas kasus guru tewas dibunuh itu, kekasih Edwards, Moudy El Sayed bersumpah akan melacak pembunuhnya.

"Saya punya satu misi sekarang, yaitu membunuh orang yang mengambil nyawanya (Edwards)," kata El Sayed marah.

"Saya tidak peduli jika saya akan menghabiskan sisa hidup di balik jeruji besi. Keadilan akan ditegakkan dan Anda (pembunuh) akan menderita seperti yang dialami Edwards," ungkapnya.

El Sayed juga sempat mengaku sedih tak bisa melindungi kekasihnya dengan baik.

"Aku seharusnya ada di sana untuk melindungimu seperti yang kulakukan selama kita bersama."

"Hidupmu diambil oleh orang jahat saat kamu melakukan sesuatu yang kamu cintai..mendaki adalah favoritmu," sambungnya.

Namun ia berjanji bahwa keadilan akan ditegakkan dan pelaku bisa segera menerima konsekuensi atas aksi mengerikan tersebut.

"Keadilan akan ditegakkan, Sayang. Orang itu akan saya habisi sendiri dan tidak ada yang bisa menghentikan saya. Saya janji," tambah El Sayed.

Mengingat asal Edwards dari Australia, seorang juru bicara dari Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia turut berbelasungkawa atas kasus guru tewas dibunuh itu.

“Pemerintah Australia menyampaikan belasungkawa yang terdalam kepada keluarga seorang wanita Australia yang kematiannya sedang diselidiki oleh pihak berwenang di Tbilisi, Georgia," katanya.

Baca juga: PSK Ditemukan Tewas dengan Mulut Berdarah di Bekas Lokalisasi

Selain itu, disebutkan pula bahwa pemerintah Australia juga akan memberikan bantuan konsuler kepada keluarga korban. ( Tribunlampung.co.id / Virginia Swastika )

Baca berita luar negeri lainnya

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved