Breaking News:

Bandar Lampung

Pandemi Covid-19, Warga Terpaksa Menjual Perhiasan Emas

Dampak pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM, banyak warga yang terpaksa menjual perhiasan emas miliknya.

Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id / Jelina Dini Kinanti
Toko Emas Persia Simpur Center. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Dampak pandemi Covid-19, berimbang pada kondisi ekonomi masyarakat.

Terbatasnya kegiatan ekonomi, dengan adanya PPKM. Kian membuat masyarakat kelimpungan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Satu upaya yang dilakukan, menjual barang berharga yang dimiliki. Ini terlihat dari banyak orang yang memilih menjual perhiasan emas miliknya.

Bahkan, jumlah warga yang menjual perhiasan emas miliknya ini  semakin banyak sejak diberlakukannya PPKM.

Pemilik Toko Emas Dubai Anto mengatakan, saat ini orang yang menjual emas lebih banyak dibandingkan dengan yang membeli.  

Perbandingannya 65:35. 65 yang menjual dan 35 yang membeli.

Baca juga: Harga Emas di Bandar Lampung, Emas 24 Karat Turun Rp 20 Ribu per Gram

"Alasannya banyak. Seperti memenuhi kebutuhan hidup, dan untuk membeli keperluan sekolah daring anak-anaknya," kata Anto, Minggu 8 Agustus 2021.

Senada, Pengelola Toko Emas Murni Jaya Inal juga mengatakan yang sama.

Menurut dirinya, jumlah orang yang menjual emasnya lebih banyak dibandingkan dengan membeli emas.

Bahkan, perbandingannya 80:20. 80 yang menjual, dan 20 yang membeli.

"Memang tidak saya pungkiri pembeli sepi. Apalagi sejak diberlakukannya PPKM, semakin sepi yang beli. Semoga keadaan ini tidak berlangsung lama," ujar Inal.

Karyawan Toko Emas Persia Faisal mengatakan sebaliknya. Jumlah yang membeli emas justru lebih banyak dibanding yang menjual emas

Menurut Faisal salah satu faktornya, karena letak Toko Emas Persia yang strategis, yakni didalam Simpur Center.( Tribunlampung.co.id / Jelita Dini Kinanti )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved